Di-Bully, Kejujurannya Justru Buat Gadis Cantik Bunuh Diri

"Words can kill a person."

oleh Liputan6.com diperbarui 23 Mar 2018, 12:00 WIB
Sophia bunuh diri karena di-bully

Liputan6.com, Jakarta Keluarga gadis cantik ini tak menyangka bahwa usia anaknya tak akan lama. Ya, gadis muda bernama Sophia mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri karena tak tahan di-bully.

Kisah hidup Sophia viral setelah kakaknya mengunggah foto-foto pemakaman gadis cantik yang mengakhiri hidupnya pada 24 Januari 2018 di laman Facebook Czarine Santos.

Dalam posting tersebut, akun Czarine Santos 'menampar' orang-orang sudah mem-bully adiknya. Dia juga mengajak semua pihak untuk selalu waspada dengan berbagai bentuk macam bully, terutama di sekolah.

"Words can kill a person. To all the students who bullied my sister because of her appearance and gender confusion, may you all find peace of mind. You destroyed someone’s future. You destroyed a family," begitu ditulis.

Jika diterjemahkan secara bebas: "Kata-kata bisa membunuh orang. Untuk semua pelajar yang mem-bully adikku karena penampilan dan kebingungan gendernya, semoga kalian semua menemukan kedamaian. Kalian sudah menghancurkan masa depan seseorang. Kalian sudah menghancurkan sebuah keluarga."

Bully itu bermula ketika Sophia mengaku bahwa dia biseksual. Artinya, dia bisa tertarik--secara seksual--kepada perempuan maupun laki-laki. Ternyata, pengakuan jujurnya itu berujung tragis. Orang-orang mulai mem-bully dia hingga ke media sosial.

Sophia juga di-bully karena penampilannya. Meskipun, dia cantik, kurus, putih, dengan rambut panjang yang indah tergerai.

Santos menegaskan bully terjadi di hampir semua sekolah, baik itu sekolah privat, umum, bahkan yang berbasis keagamaan sekalipun.

 

Sumber: feed.merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya