Tjahjo Kumolo: Seluruh Wilayah Berpotensi Rawan pada Pilkada 2018

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah merilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) pilkada 2018.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 28 Nov 2017, 20:16 WIB
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta polisi menganggap semua daerah peserta Pilkada 2018 rawan. Walaupun, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah merilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2018.

Pada 2018 ini, ada 171 daerah yang akan ikut dalam pesta demokrasi.

"Semua daerah berpotensi mengalami gangguan. Ini penting untuk antisipasi dini," ucap Mendagri Tjahjo Kumolo di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Dia mengingatkan agar polisi tidak hanya melihat gangguan datang dari para pemilih. Tapi bisa saja dari calon peserta pilkada 2018.

"Biasanya calon juga bisa menyebabkan. Ada yang tak menerima kekelahan. Atau tim suksesnya yang membuat suasana seperti itu. Sehingga ini yang perlu diawasi," kata Tjahjo.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Komisi II Zainuddin Amali setuju dengan apa yang disampaikan Tjahjo.

"Sebanyak 171 daerah itu kita harus perlakukan sama. Tetapi tentu dengan data disajikan Bawaslu, perhatian di beberapa tempat," tegas Amali.

Politikus Golkar ini menuturkan, awalnya, daerah rawan pada pilkada 2018 diperkirakan berada di Pulau Jawa. Seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Saya berpikir akan muncul di daerah yang jumlahnya padat, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ternyata daerah yang tidak padat. Ini perkembangan yang baik. Tapi tidak boleh kendor," pungkas Amali.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya