Bermodal Rp 50 Ribu, Herbal Instan Pasuruan Tembus Pasar Korea

Herbal instan asal Desa Kesimen Pasuruan merupakan kreasi seorang ibu yang dirintis sejak 2000.

oleh Dian Kurniawan diperbarui 23 Okt 2017, 03:03 WIB
Herbal instan asal Desa Kesimen Pasuruan merupakan kreasi seorang ibu yang dirintis sejak 2000. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Karyani (50), wanita yang berasal dari Desa Kesiman, Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, membulatkan tekadnya untuk berwirausaha dengan modal hanya Rp 50 ribu.

Karyani membuat produk minuman herbal yang diberi nama Kesiman Jaya, yang saat ini produk tersebut sukses menembus pasar seluruh Indonesia bahkan hingga ke Korea.

Karyani menceritakan bahwa dirinya tergabung dalam kelompok tani Kesiman Jaya pada 2000. Selain memproduksi tanaman padi, Karyani tergerak untuk memanfaatkan hasil bumi di daerahnya yang melimpah seperti temulawak, kunyit, jahe, dan sebagainya.

"Berbekal pelatihan pengolahan Hasil Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berbasis GAP bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Nganjuk, saya membulatkan tekad dengan modal Rp 50 ribu untuk mulai memproduksi herbal instan," tutur Karyani kepada Liputan6.com melalui telepon seluler, Minggu, 22 Oktober 2017.

Di awal usahanya, wanita kelahiran 16 November 1967 itu memasarkan produknya melalui acara arisan/PKK di Kecamatan Prigen. Minuman herbal instannya dikemas sederhana ukuran 250 gram dengan harga Rp 4 ribu.

"Tahun 2004, kemasan minuman saya ganti menjadi kotak dengan sablon sederhana dengan produksi 2 sampai 5 kg per minggu," kata wanita yang menjadi peserta Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna Expo 2017 di Malang ini.

Dia mengatakan pada 2009, dirinya memperoleh pembinaan dari PPK Sampoerna terkait kemasan dan label. Kemasan diubah menjadi kemasan yang lebih bagus dan komunikatif. Botol plastik dengan desain label menarik berukuran 250 gram.

"Saya juga mendapatkan pelajaran dari PPK Sampoerna tentang manajemen keuangan dan pemasaran, termasuk bagaimana memulai ekspor," ucap Karyani.

Karyani kemudian mengaplikasikan ilmu baru dari PPK Sampoerna untuk mengembangkan usaha minuman herbal instan yang dia beri nama Kesiman Jaya, sebuah nama yang terinspirasi dari tempat tinggalnya, Desa Kesiman.

"Saya berhadap dengan nama tersebut dapat mengangkat nama desa supaya terkenal dan warganya bisa menjadi lebih sejahtera," ujarnya.

Setelah bergabung dengan PPK Sampoerna, bisnis Karyani berkembang pesat. Total ada tujuh belas produk minuman herbal instan yang diproduksi hingga kini. "Produk Kesiman Jaya saat ini dijual dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per botol," tuturnya.

Tadinya, Karyani hanya memasarkan produknya di daerah Pasuruan dan sekitarnya. "Sekarang Kesiman Jaya sudah merambah di wilayah Bali, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Batam, Samarinda, Banjarmasin dan Palembang dengan distributor tetap di setiap daerah tersebut," katanya.

Hal itu tidak terlepas dari kegigihan Karyani mengikuti berbagai expo dan pameran baik yang diselenggarakan oleh PPK Sampoerna maupun Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, Kementerian Perdagangan. Bahkan, pameran di luar pulau Jawa juga diikuti di antaranya di Jambi, Bengkulu, dan Ternate.

Dengan usaha yang semakin berkembang, Karyani pun menggaet enam orang tetangganya untuk membantu usahanya. Kini, Kesiman Jaya mampu menghasilkan lebih dari 200 botol minuman herbal instan per hari dengan alat-alat yang lebih modern.

Daerah yang paling besar menyerap produk Kesiman Jaya adalah Bali. "Setiap bulannya, Bali mampu menyerap 800 hingga 1.000 botol," ucapnya.

Pada awal 2017 ini, Karyani memulai penjualan ke Korea sebanyak 200-300 botol per bulan untuk herbal instan tanpa gula. "Dan pada bulan Maret kemarin, saya mensuplai Transmart Surabaya dan Pakuwon, 200 botol per bulan," ujarnya.

Kerja keras Karyani berbuah manis. Dia mampu mengangkat perekonomian keluarga dan desa.

"Saya juga pernah mendapatkan penghargaan pertama berupa UKM Award untuk kategori Micro Enterprise yaitu Social Impact and Environment Care bagi pelaku UKM Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam UKM Center," ujarnya.

Presiden Direktur Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis mengatakan perjalanan Sampoerna dalam mengembangkan UMKM di Jawa Timur di bawah payung “Sampoerna untuk Indonesia” merupakan prestasi yang membanggakan.

"Kami meyakini melalui pelatihan secara berkesinambungan, para pelaku UMKM dapat terus berkarya, berinovasi, dan menciptakan ekonomi mandiri yang dapat memperkuat ekonomi wilayah Jawa Timur," ujar Mindaugas kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu di Malang, Jawa Timur.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya