Vlog Anti-Korupsi Karya Anak SMA Brebes Jadi Favorit Nasional

Dua tim yang dikirim mewakili SMAN 2 Brebes memperoleh prestasi. Vlog yang dibuat keduanya menjadi juara favorit tingkat nasional.

oleh Fajar Eko Nugroho diperbarui 18 Sep 2017, 17:30 WIB
Dua tim yang dikirim mewakili SMAN 2 Brebes memperoleh prestasi. Vlog yang dibuat keduanya menjadi juara favorit tingkat nasional. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Liputan6.com, Brebes - Anak-anak SMAN 2 Brebes kembali meraih juara nasional dalam Lomba Vlog (Video Blog) Anti-Korupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui akun Instagram @kosmikui dan @official.kpk.

Dua tim SMAN 2 Brebes yang mengikuti ajang vlog nasional itu, masing-masing menjadi juara favorit 1 dan 2. "Enggak disangka ternyata kami juara," ucap Luthfian, sang sutradara yang juga pemain dalam vlog saat ditemui di SMA 2 Brebes, Jumat, 15 September 2017.

Fian menceritakan sebelum pembuatan film dimulai, anak-anak di sekolahnya membentuk dua tim. Tim pertama kemudian membuat rumah produksi bernama Dadakan Production untuk memenuhi persyaratan lomba.

Mereka kemudian berbagi tugas, yaitu sebagai penulis naskah ada Arifa Dwi, Luthfian sebagai sutradara, Aga Yanuar dan Akhmad Ajmaleditor sebagai editor, dan Karna Muhammad sebagai kamerawan. Secara bergantian, mereka menjadi pemeran juga.  

Vlog yang berbentuk film pendek tersebut berjudul Pak, Minta Kursi yang menceritakan upaya menyuap pejabat agar dapat jabatan tinggi di bawah naungan kekuasaannya.

Sementara itu, tim kedua menamakan diri Gugupan Production dengan Nindya Ayu sebagai penulis naskah, sutradara M. Fathul Qolbi, kamerawan M Setyo Dwi, dan editor Andhika Wahyu. Seluruh anggota tim ditambah Pratama Raka juga bermain peran.

Tim kedua ini mengangkat vlog berjudul Khilaf. Video itu menceritakan tindakan korupsi yang cukup umum terjadi dalam bentuk mark up proposal.

Dalam lomba vlog kali ini, lanjut Fian, ada beberapa bahan penilaian yakni meliputi orisinalitas, alur, pesan, teknik pengambilan gambar, animasi, penggunaan musik yang tepat agar tidak dicekal YouTube, dan durasi video.

Sedangkan untuk kriteria penilaian vlog favorit, dinilai dari jumlah view, like, dan komen video yang diunggah di YouTube. "Dari awal penulisan naskah, proses syuting, sampai editing dilakukan secara gotong royong," ia menambahkan.

Acara penganugerahan itu diberikan dalam acara Indonesia International Book Fair (IIBF) di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu, 9 September 2017. Dalam acara itu, Tim Dadakan Production memperoleh penghargaan Vlog Favorit 1 yang berhak menerima hadiah trofi, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp 1 juta.

Sedangkan, tim Gugupan Production memperoleh penghargaan Vlog Favorit 2 yang berhak menerima hadiah berupa trofi, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp 500 ribu.

Hadiah diserahkan langsung oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Grup Head Unit Pusat Edukasi Anti Korupsi Direktorat Pendidikan Pelayanan Masyarakat, Sandri Justiana.

Kepala SMA 2 Brebes Dr Sadimin menambahkan, lomba vlog ini merupakan sarana bagi para pemuda Indonesia untuk menuangkan kreatifitas dan idenya untuk memberantas korupsi di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan dari tingkat bawah.

Melalui lomba vlog ini, para peserta bebas menuangkan ide-idenya mengenai upaya pemberantasan korupsi yang dapat dilakukan anak-anak muda dan dapat menampilkan bakatnya dalam tampil menyampaikan ide-idenya di depan kamera.

"Saya bangga dan gembira, ternyata anak-anak SMA 2 Brebes mampu berkreasi dan berinovasi yang jitu," kata Sadimen.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya