Mengapa Indonesia Telat Adopsi Teknologi 4G? Ini Penjelasannya

Teknologi 4G sudah ada di dunia selama 10 tahun. Namun sangat disayangkan, Indonesia terbilang telat mengadopsi koneksi internet cepat ini.

oleh Yuslianson diperbarui 07 Jul 2017, 20:30 WIB
Basuki Priyanto, Master Engineer - Connectivity Research di Sony Mobile Communications. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini, pengguna perangkat 4G di Indonesia sudah mulai menikmati koneksi internet cepat dengan tarif beragam. Meski begitu, tak banyak yang mengetahui 4G sebenarnya sudah cukup lama hadir di dunia.

Teknologi 4G sudah ada di dunia sejak 10 tahun lalu. Namun, 4G baru diadopsi di Indonesia baru pada akhir 2015 dan performanya bisa dikatakan belum maksimal. 

"Kalau dirunut dari sejarahnya, 4G mulai dirumuskan pada 2004 dan 2005, kemudian mulai ada di pasaran antara 2008-2009. Itu pun masih di negara maju," kata Basuki Endah Priyanto, Master Engineer,  Connectivity-Research di Sony Mobile Communications di SCTV Tower, Jakarta, pada Kamis (6/7/2017).

Menurut Basuki, operator telekomunikasi di Indonesia terbilang terlambat mengadopsi 4G. Salah satu pemicunya adalah operator sudah banyak mengeluarkan investasi di 3G, tetapi adopsi di 3G juga tumbuh lambat. Operator belum berani untuk langsung mengadopsi 4G.

"Keterlambatan adopsi teknologi 4G di Indonesia tergantung dari kemampuan operator seluler sendiri. Bisa jadi, saat itu mereka sudah banyak berinvestasi di teknologi 3G. Selain itu, kesiapan pemerintah untuk menyediakan alokasi frekuensi 4G," ungkapnya.

Kini operator seluler di Tanah Air berupaya mengejar ketinggalan dengan membangun jaringan hingga memperluas cakupan 4G hingga ke seluruh pelosok. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan pengguna dan trafik internet super cepat.

"Ada beberapa hal yang bisa operator seluler persiapkan untuk menghadapi hal tersebut, seperti penataan frekuensi yang lebih efektif atau mengalokasi frekuensi-frekuensi yang belum digunakan," imbuh penemu dan pemilik puluhan paten telekomunikasi ini.

Tak hanya itu, operator seluler juga harus siap mengadopsi teknologi 4G yang memang sudah didesain untuk mengakomodasi penggunaan internet yang tinggi.

Basuki Priyanto, Master Engineer-Connectivity Research di Sony Mobile Communications (Dok. Pribadi)

"Saya yang terlibat di bidang standarisasi berusaha terus untuk menemukan fitur-fitur 4G untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan penggunaan internet melalui teknologi seluler," ucapnya.

Dalam waktu dekat teknologi 5G akan hadir. Meski saat ini masih dalam bentuk prototipe dan sedang dalam fase standarisasi, performanya hampir sama dengan yang akan hadir dalam 1-2 tahun ke depan.

"Di beberapa negara seperti Swedia, Korea Selatan, dan Jepang, sudah kerap diadakan trial teknologi 5G dengan hasil memuaskan," kata pria pecinta nasi padang ini.

Bagaimana dengan Indonesia? Kapan masyarakat bisa menikmati koneksi internet super cepat ini?

"Teknologi 4G saja baru diadopsi oleh operator seluler di Indonesia, untuk 5G diharapkan akan bisa dinikmati pada 3-4 tahun setelah 5G dirilis secara global," pungkasnya.

(Ysl/Isk/Cas)

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya