PBB: Yaman Akan Dilanda Krisis Kelaparan Terparah di Dunia

Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa sekitar 17 juta warga Yaman akan dilanda kelaparan.

oleh Rizki Akbar Hasan diperbarui 27 Apr 2017, 06:27 WIB
Seorang warga Yaman beserta anak-anaknya di desa Hazyaz, pinggir kota Sana'a, Yaman. PBB melaporkan bahwa Yaman akan segera dilanda bencana kelaparan terbesar dunia jika masyarakat internasional tidak segera memberikan bantuan humaniter (AP)

Liputan6.com, Sana'a - Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa sekitar 17 juta warga Yaman akan dilanda kelaparan jika dunia tidak segera mengirimkan bantuan humaniter.

Sekretaris Jenderal PBB ke-9 Antonio Guterres menyerukan masyarakat internasional di Jenewa, pada Selasa, 25 April 2017 agar segera mengambil langkah konkret untuk membantu Yaman.

Setidaknya, dibutuhkan dana sekitar US$ 1,1 miliar atau setara dengan Rp 14,6 triliun sebagai langkah awal untuk membantu krisis kelaparan tersebut. Dan, dana sebesar itu pun hanya separuh dari kocek ideal yang dibutuhkan untuk hapus krisis kelaparan di Yaman.

Krisis kelaparan itu sangat parah, hingga dapat menyebabkan kematian 1 balita setiap 10 menit. Penyebab kematian pun merupakan hal remeh temeh yang seharusnya bisa dicegah. 

Seorang anak penderita malnutrisi di Yaman (Hani Mohammed/AP)

"Ini berarti, sekitar 50 anak di Yaman akan segera meninggal saat konferensi ini berlangsung," ujar Antonio Guterres pada konferensi di Jenewa, seperti yang dikutip Al Jazeera, Rabu (26/4/2017).

Kelaparan di Yaman disebabkan oleh perekonomian yang buruk.

"Situasi finansial kami sangat buruk. Kami sangat jarang mampu membeli makanan. Jika satu dari tujuh anak-ku jatuh sakit, aku tak bisa membawanya ke rumah sakit karena kami tidak punya uang untuk membayar biaya pengobatan," ujar Fatema Ali Yahya, seorang ibu di Yaman.

Tak hanya anak-anak, malnutrisi juga melanda kelompok rentan lain, seperti penyandang disabilitas dan lansia.

Lansia penderita malnutrisi di Yaman (AP)

"Sudah satu tahun setengah sejak kami menghadapi kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan untuk keluarga. Kami hanya dapat sedikit makanan, dan tetap kelaparan," kata Taha al-Nahari, warga Hodeida, Yaman.

Selain itu, banyak fasilitas kesehatan di Yaman yang hancur  dan tak dapat beroperasi. Hal ini menambah tragis kondisi kesehatan para warga Yaman.

Yaman merupakan negara termiskin di Semenanjung Arab. Konflik bersenjata antara pemerintah dengan militan Houthi pun menjadi salah satu penyebab yang memperburuk perekonomian negara di selatan Arab Saudi tersebut.

"Karena perang, suamiku kini tidak bekerja lagi...Dia tidak bisa memancing, semua laki-laki dewasa di sini menjadi pengangguran, dan kami mengalami kekurangan bahan makanan," imbuh Um Salem, salah satu penduduk Hodeida, Yaman.

Juru bicara UNHCR untuk Yaman menjelaskan bahwa bencana kelaparan tidak dapat diatasi tanpa intervensi politik dari negara lain.

"Penyebab ini semua adalah konflik (pemerintah versus Houthi)...penyelesaian itu dibutuhkan untuk menyelesaikan krisis humaniter tersebut," tutup Shabia Mantoo, jubir UNHCR.

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya