Donald Trump Picu 11 Ribu Perempuan AS Terjun ke Politik

Dengan berhasilnya Trump jadi presiden, memicu perempuan di Negeri Paman Sam untuk terjun di dunia politik.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 26 Apr 2017, 10:00 WIB
Ivanka dan Donald Trump (AP Photo/Evan Vucci)

Liputan6.com, Washington D.C - Terpilihnya Donald Trump jadi Presiden AS tidak selalu membawa hal negatif. Buktinya, duduknya miliarder nyentrik itu di Gedung Putih memicu perempuan Negeri Paman Sam untuk terjun ke dunia politik. 

Perempuan dan politik di AS adalah hal biasa. Namun, bagaimana jika angka itu melonjak akibat Trump?

Inilah yang terjadi dalam sejarah AS untuk pertama kalinya. Sebanyak 11.000 perempuan ingin langsung berpartisipasi dalam politik AS. Fakta tersebut disampaikan Badan Perekrut dan Pelatih Perempuan Berpolitik di AS, Emily's List.

Presiden badan itu, Stephanie Schriock, mengatakan sejak Trump menjabat, 11 ribu perempuan di AS sudah menghubungi lembaga yang dipimpinnya. Tujuannya rata-rata sama, yaitu ingin belajar berpolitik.

"Lebih dari 10 ribu orang itu bukan riak, tapi ombak besar," sebut Schriock seperti dikutip dari Independent, Rabu (25/4/2017).

Ia mengaku terkejut dengan angka ini. Selama 30 tahun Emily's List berdiri, kejadian seperti ini baru sekali terjadi.

"Puluhan ribu perempuan menghubungi kami sejak pemilu. Mereka menggangap (pemilu) itu adalah perjanjian yang mengisi tenaga, niat, dan perlawanan mereka semenjak hari pertama Donald Trump jadi presiden," ucapnya.

Schriock menjelaskan, sebelum pemilu mereka mencatat pada keseluruhan pelatihan dan seminar soal politik yang mereka selenggarakan, pesertanya hanya kurang lebih 900 wanita.

Ratusan perempuan yang ikut pelatihan punya cita-cita politik berbeda. Ada yang ingin jadi pengurus dewan sekolah, anggota parlemen, hingga anggota kongres. 

Faktor pendukung meningkatnya jumlah wanita yang tertarik di politik adalah mereka tak ingin kekalahan yang diterima Hillary Clinton di masa mendatang terulang kembali.

Belakangan terungkap bahwa badan ini telah menyumbangkan sejumlah dana kepada kampanye Hillary kala mantan menlu masa Obama itu kehilangan motivasi. Hillary mempertanyakan mengapa perempuan di AS tak ingin terjun ke politik. 

Kini, lebih dari 400 perempuan telah mengikuti program pelatihan selama enam bulan untuk menjadi politikus sukses oleh Emerge America--sebuah organisasi yang mendukung Partai Demokrat di AS. 

Salah seorang perempuan yang sudah mengikuti pelatihan politik  dari Emerge Amercia, Alyson Leahy, menyebut ada dorongan besar kenapa dirinya ingin terjun ke politik. Salah satunya, ia menilai Trump tak pantas jadi Presiden AS.

"Saya rasa kemenangan Trump adalah pertanyaan penting dan sebuah contoh bahwa seorang yang tak punya kualifikasi baik menang mengalahkan perempuan yang berkualitas," ucap Leahy.

Meski terlihat ada antusiasme yang besar, sebuah studi terbaru mengatakan perempuan yang terjun ke politik memiliki kesempatan rendah untuk dipilih dibandingkan dengan pria. 

Adapun proporsi kandidat perempuan untuk kursi di  House of Representatives dan majelis rendah Kongres AS, dewasa ini hanya 20 persen. 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya