Gubernur Jabar: Jembatan Cipamingkis Bogor Segera Diperbaiki

Jembatan Cipamingkis Kampung Jagaita, Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor ambles pada Kamis 13 April.

oleh Achmad Sudarno diperbarui 16 Apr 2017, 01:05 WIB
Jembatan Cipamingkis Kampung Jagaita, Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor ambles pada Kamis 13 April

Liputan6.com, Bogor - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan langsung meninjau lokasi [Jembatan Cipamingkis](Jembatan Cipamingkis "") yang ambles di Jonggol Kabupaten Bogor, Sabtu siang.

Dia menyatakan jembatan ambles karena erosi sehingga tiang pondasi mengalami penurunan.

Saat ini Pemprov Jabar akan segera memperbaiki jembatan penghubung Jonggol-Cariu-Cianjur itu.

"Saya instruksikan kepada dinas terkait lakukan aksi cepat tanggap," kata pria yang akrab disapa Aher tersebut, Sabtu 15 April 2017.

Dari hasil kajian Dinas Bina Marga, salah satu tiang pondasi Jembatan Cipamingkis mengalami penurunan hingga 1,6 meter akibat tergerus derasnya arus sungai yang melintasi jembatan tersebut.

Menurut dia, penanganan Jembatan Cipamingkis hampir sama dengan Jembatan Cisomang di Purwakarta yaitu penguatan tiang pondasi atau membangun pilar baru, agar kendaraan bisa melintas.

Sementara terkait adanya usulan untuk dibangun jembatan sementara atau bailey, kata Aher, akan dikaji lebih lanjut.

"Pokoknya saya minta ditangani segera agar tidak berlarut-larut," pinta dia.

Kepala Balai Pengelolaan Jalan dan Penataan Ruang Dinas Bina Marga Provinsi Jabar Yongga Bhakti menyatakan bahwa sebelumnya Pemprov Jabar telah menyiapkan sebesar Rp 7 miliar untuk memperbaiki tiang pondasi.

Akan tetapi, karena kini kerusakannya bertambah parah sehingga anggaran perbaikan jembatan akan ditambah menjadi lebih dari Rp 30 miliar.

"Awalnya memang sudah masuk usulan perbaikan, tapi karena keburu ambles jadi anggarannya akan ditambah," kata Yongga.

Jembatan Cipamingkis Kampung Jagaita, Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor ambles pada Kamis 13 April.

Akibat kejadian itu, jalur Jonggol-Cariu-Cianjur tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Akibat kejadian itu aktivitas warga di lima desa Kecamatan Jonggol maupun Kecamatan Cariu terganggu.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya