Asma Wali Kota Risma Kambuh Gara-Gara Kasus Mesum Siswa Surabaya

Dalam kurun waktu empat bulan, ada dua kasus mesum menyita perhatian warga Surabaya.

oleh Dhimas Prasaja diperbarui 07 Apr 2017, 16:21 WIB
Dalam kurun waktu empat bulan, ada dua kasus mesum menyita perhatian warga Surabaya. (Liputan6.com/Dhimas Prasaja)

Liputan6.com, Surabaya - Dua kasus mesum yang melibatkan pelajar Surabaya terjadi dalam kurun waktu empat bulan di 2017. Hal itu mengundang keprihatinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma bahkan mengaku asmanya kambuh mendengar anak-anaknya terjerat kasus asusila.

"Ini memang kalau kamu tahu masalahnya akan menangis sendiri. Saya sendiri sampai sesak, asma saya kambuh lagi. Kamu lihat betapa anak itu kasihan sekali," tutur Wali Kota Risma ditemui Liputan6.com, beberapa waktu lalu, saat menghadiri gelar perkara narkoba di Polrestabes Surabaya.

Kasus pertama yang menghentak Surabaya adalah pasangan pelajar yang terjaring razia Satpol PP Kota Surabaya pada Februari 2017. Kedua pelajar itu diketahui hendak merayakan malam Valentine dengan berdua-duaan di penginapan.

Selang satu bulan berikutnya pada Maret 2017, sepasang pelajar lain berulah dengan tepergok mesum di kamar ganti sebuah mal di Surabaya. Dari hasil penyelidikan, ulah mesum itu kedua kalinya dilakoni pasangan di bawah umur itu.

Video mesum mereka tersebar di dunia maya. Akibatnya, dua petugas keamanan mal menjadi tersangka karena diduga menyebarkan konten pornografi anak. Atas kasus mesum itu, Risma mencoba mencari tahu akal masalahnya.

Risma mendapati, orangtua pelajar perempuan itu bercerai. Bapaknya menikah lagi, sedangkan ibunya harus menafkahi keluarganya dengan menjadi asisten rumah tangga di Tangerang.

"Kemudian saya coba tarik dan beri pekerjaan di Surabaya," kata Risma.

Dia menjelaskan pelajar perempuan yang masih duduk di bangku SMP itu lalu harus menghidupi dua adik dan satu keponakannya yang hidup dalam satu rumah. "Saya masih berharap dia si anak itu punya masa depan yang lebih baik lagi," ucap Mantan Kepala Dinas Pertamanan Kota Surabaya.

Dengan peliknya masalah keluarga yang dihadapi pelajar itu, Risma meminta agar masyarakat tidak menghakimi si anak. Ia juga sedang mengupayakan rehabilitasi anak yang terjerat kasus mesum itu.

"Dia kita tawarkan di kampung anak negeri direhab," kata Risma lagi.

Risma juga meminta agar para guru agama di Surabaya semakin peduli dan konsen untuk memberikan pendidikan agama. "Waktu itu saya bilang, tolong anak-anak siswa itu jangan hanya diajari baca Injil, ngaji saja atau baca kitab suci saja. Diajari mereka dampak-dampaknya (dari seks bebas)," kata Risma.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya