Sukses

Mensos Risma Bicara soal Pembangunan Infrastruktur Kebencanaan di Paris

Indonesia, diwakili oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini turut hadir dan berbicara soal pembangunan infrastrukur kebencanaan.

Liputan6.com, Jakarta - Forum Infrastruktur Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) Rabu (10/4) waktu Prancis, menyelenggarakan diskusi soal menggali mekanisme efektif untuk melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam upaya membangun ketahanan infrastruktur. Indonesia, diwakili oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini turut hadir dan berbicara soal pembangunan infrastrukur kebencanaan.

Risma mengatakan, ketahanan infrastruktur kebencanaan menjadi pembahasan penting mengingat ada tren peningkatan bencana alam yang signifikan akhir-akhir ini, seperti banjir, badai, tanah longsor, gempa, serta kekeringan/kebakaran.

“Pelibatan masyarakat menjadi isu penting karena tidak mudah dilakukan menurut pengalaman di banyak negara,” kata Risma seperti dikutip dari siaran pers diterima, Jumat (12/4/2024).

Risma memaparkan, bagaimana antisipasi bencana, penanganan selama bencana, dan pemulihan pasca bencana di Indonesia yang sudah berbasis masyarakat. Dia mengungkap, Kementeriannya juga telah melatih dan membina lebih dari 25.000 relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari unsur masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Ada program Tagana Masuk Sekolah untuk melatih penyelamatan diri, evakuasi, termasuk menghadapi gempa, dan tsunami. Ada program Kampung Siaga Bencana untuk menggalang kesiapan menghadapi bencana di lingkungan yang rawan bencana,” beber Risma.

Selain itu, lanjut Risma, ada lebih dari 49.000 pendamping sosial yang dapat membantu saat terjadi bencana dan dalam masa pemulihan setelah bencana. Ada pula 613 Lumbung Sosial di 328 kabupaten / kota yang dikelola oleh komunitas untuk menyediakan logistik yang dibutuhkan masyarakat ketika terjadi bencana.

“Di dalamnya ada persediaan makanan, pakaian, tenda, tanki air, penjernih air, dan peralatan penerangan memakai energi matahari. Cadangan logistik tersebut untuk mengantisipasi isolasi akibat rusaknya infrastruktur transportasi,” rinci dia.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Penanganan Krisis Pangan

Risma mencontohkan, penanganan krisis pangan akibat cuaca ekstrem dingin di Papua Tengah dan Papua Pegunungan, di mana distribusi bantuan pangan juga dibantu oleh masyarakat komunitas-komunitas gereja dan didukung Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kemudian, terdapat studi kasus di Wini, Nusa Tenggara Timur, bantuan infrastruktur air di daerah bencana dikelola oleh masyarakat telah berhasil meningkatkan penghasilan melalui penanaman bunga matahari serta sayuran seperti cabai dan tomat.

“Semua sumber daya manusia seperti Tagana dan Pendamping Sosial yang mencapai 74.000 personel tersebut terhubung secara digital dengan Command Center. Dari peringatan yang didapat dari BMKG, hanya perlu waktu 10 menit untuk seseorang menerima instruksi, dan hanya perlu waktu 30 menit bagi SDM yang menerima instruksi di lokasi bencana melaporkan kondisi sekitar yang disertai foto-foto untuk pengambilan Keputusan di Command Center,” urai Risma.

Risma meyakini, teknologi digital telah diimplementasikan melengkapi dan berintegrasi dengan solusi berbasis masyarakat. Sebab pemulihan infrastruktur seharusnya tidak hanya direncanakan secara top-down, tetapi juga memperhatikan apa yang menjadi pemikiran masyarakat (bottom-up).

Sebagai informasi, selain Risma hadir dalam diskusi tersebut tiga pembicara lain, yaitu Xavier Pelletier, Préfet (Provinsi) Loir-et-Cher, Perancis, Grégoire Tirot, Direktur Antar Kementerian untuk Transformasi Publik (DITP), Perancis, dan Barbara Minguez Garcia, Manajemen Bencana McAllister & Craig, merangkap Konsultan World Bank. Sebagai moderator, tampil Gillian Dorner, dari Direktorat Tata Kelola Publik, OECD.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

  • Tri Rismaharini, sering disapa Risma menjabat sebagai Wali Kota Surabaya untuk kedua kalinya pada periode 2016-2021.
    Tri Rismaharini, sering disapa Risma menjabat sebagai Wali Kota Surabaya untuk kedua kalinya pada periode 2016-2021.

    Tri Rismaharini