Cara PT KAI dan Pemkab Brebes Kurangi Macet Jelang Mudik 2017

Cara itu dinilai efektif karena Lebaran 2017 yang tinggal beberapa bulan lagi selalu terjadi peningkatan volume kendaraan tiap arus mudik.

oleh Panji Prayitno diperbarui 03 Apr 2017, 23:02 WIB
Cara ini dinilai efektif karena Lebaran 2017 tinggal beberapa bulan lagi, dimana selalu terjadi peningkatan volume kendaraan tiap arus mudik. (Liputan6.com/Panji Prayitno).

Liputan6.com, Brebes - Beberapa bulan menjelang arus mudik 2017, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops III Cirebon, Jawa Barat memperpanjang relasi keberangkatan Kereta Api Kaligung. Semula relasi Tegal ke Semarang dan sebaliknya, kini menjadi Brebes - Semarang dan sebaliknya.

Vice President PT KAI Daop III Cirebon Rusi Haryono mengatakan, perpanjangan relasi baru tersebut untuk mengakomodasi permintaan masyarakat dan pemda setempat.

Perpanjangan relasi itu juga ditujukan sebagai upaya untuk mengurangi tingkat kemacetan sepanjang pantura Brebes hingga Semarang. Apalagi, Lebaran 2017 tinggal beberapa bulan lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu terjadi peningkatan volume kendaraan saat arus mudik.

"Waktu yang dipangkas sekitar 2,5 jam lebih cepat dibandingkan naik kendaraan darat yang notabene tidak bisa diprediksi waktu tempuhnya," kata Rusi, Sabtu, 1 April 2017.

Selain mempercepat waktu tempuh, KA Kaligung juga merupakan kereta api terbaru yang dioperasikan oleh Daops III Cirebon. Dalam kereta, kata dia, Daops III Cirebon mendesain agar penumpang yang menggunakan KA Kaligung merasa nyaman.

Dengan interior dan kursi yang serba baru dan mewah, penumpang akan merasakan sensasi naik kereta api ekonomi rasa eksekutif. Dengan harga tiket Rp 50 ribu, KA Kaligung ini disiapkan untuk masyarakat Kabupaten Brebes yang ingin beraktivitas rutin di Semarang.

"Soal tarif juga ke depan akan selalu dievaluasi, nanti mungkin juga ada promo. Soal penambahan jadwal, kami sudah komunikasi dan akan kami evaluasi dulu dalam menyusun jadwal dalam Grafik Pemberangkatan Kereta Api (Gepeka) tahun 2017. Akan kita teliti kereta mana yang bisa berhenti antara jam 5 pagi sampai jam 6 di Brebes," ujar dia.


KA Kaligung diharapkan jadi solusi mengurangi kemacetan saat arus mudik lebaran 2017.

Dia mengatakan, sejauh ini okupansi penumpang KA Kaligung cukup banyak dan bagus. Namun, umumnya warga Brebes yang akan ke Semarang menggunakan KA Kaligung harus melalui stasiun Tegal.

"Biasanya okupansi mencapai 80 persen. Mudah-mudahan dengan perpanjangan relasi okupansai semakin meningkat," kata Rusi.

Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti berharap perpanjangan relasi tersebut dapat memacu potensi yang tersedia di Kabupaten Brebes. Sebab, kata dia, selain efektif dan efisien, perpanjangan relasi tersebut akan mempengaruhi animo masyarakat Kabupaten Brebes untuk naik kereta api.

"Yang pasti dengan perpanjangan relasi ini bisa mengurangi kemacetan," ujar dia.

Sejauh ini, lanjut Idza, masyarakat Brebes sebagian besar juga banyak yang beraktivitas di Semarang. Untuk itu, dia berharap agar Daop III Cirebon bukan hanya memperpanjang relasi, melainkan dapat menambah jam keberangkatan KA Kaligung dari pagi.

"Kalau ada jadwal jam 5 atau jam 6 pagi lebih baik lagi karena kebutuhan kita untuk kegiatan di Semarang semakin pagi. Kita berangkat jam 5 pagi, jam 9 sudah bisa ada pertemuan, justru ini semakin baik," ujar Idza yang berharap kereta api ini dapat mengurangi kemacetan saat arus mudik 2017 nanti.

Tak hanya itu, Pemkab Brebes juga akan meningkatkan kerja sama dengan perhotelan, Dinas Pariwisata dan biro jasa untuk bisa membawa wisatawan, baik dari Semarang ke Brebes maupun dari Cirebon ke Brebes. Apalagi, saat ini Brebes tengah gencar meningkatkan promosi wisata lokal.

"Yang lagi unggul dan kami gencarkan promosinya yaitu hutan mangrove, dengan prasarana yang dibuat semakin baik membuat banyak orang ke sana. Kami juga akan tingkatkan wisata kuliner Sate Blengong dan Blengong Goreng," tutur Idza.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya