Ini yang Disukai KH Hasyim Muzadi Semasa Kecil

Mungkin banyak orang yang mengetahui soal kesukaannya semasa kecil ini.

oleh Liputan6 diperbarui 18 Mar 2017, 19:02 WIB
Inilah cerita orang-orang yang pernah mengenal dekat Hasyim Muzadi, tokoh Nahdlatul Ulama yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Bojonegoro - Tak ada yang menyangka dengan kepergian KH Hasyim Muzadi. Mantan Ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu wafat Kamis pagi 16 Maret 2017.

Banyak teladan yang ditinggalkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo tersebut. Sebab, dia dikenal sebagai kiai yang santun dan membawa pesan perdamaian dalam menjaga kebhinekaan.

Mengenang beliau, mungkin banyak orang yang tidak mengetahui soal kesukaannya semasa kecil. Kegemaran itu disampaikan salah seorang anggota keluarga KH Hasyim Muzadi.

"Semasa kecilnya KH Hasyim Muzadi kesukaannya susu sapi," kata Siti Fatimah (82), warga Kelurahan Ledokkulon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang masih keluarga dengan KH Hasyim Muzadi seperi diwartakan Antara, Sabtu (18/3/2017).

Hanya saja, menurut dia, KH Hasyim Muzadi tidak terlalu suka makanan, sehingga ketika kecil terlihat kurus.

"Dia (Hasyim Muzadi) mintanya makanan misalnya telur, atau kacang, selalu banyak. Tapi makanan yang diminta itu tidak pernah dimakan, ya jadinya kurus," tutur Siti mengenang KH Hasyim Muzadi.

Ketika Siti masih usia sekitar 7 tahun dia pernah satu rumah dengan KH Hasyim Muzadi. Siti tinggal di sana karena orangtuanya meninggal dunia.

Dia bisa berada di keluarga KH Hasyim Muzadi karena masih keluarga satu kakek dengan KH Hasyim Muzadi, yaitu Abu Bakar Wustho.

"Saya meninggalkan keluarganya di Bangilan karena menikah ketika KH Hasyim Muzadi sudah besar belajar di Ponpes Gontor," ucap dia.

Jimy Agus Wahyudi, salah seorang cucu Siti Fatimah menambahkan, KH Hasyim Muzadi juga kerap mengunjungi Siti di yang kini tinggal di Bojonegoro.

"Mbah Hasyim Muzadi sering ke Bojonegoro untuk menjenguk mbah Siti Fatimah karena dianggap keluarga tertua. KH Hasyim Muzadi terakhir menjenguk Mbah Siti Fatimah setahun lalu," tutur Jimy.

Bahkan, menurut dia, KH Hasyim Muzadi pernah menginap di rumah adiknya di Bojonegoro selama dua pekan. "Tidak ada masyarakat yang tahu kecuali keluarga," ucapnya.

Selain itu, kata dia, keluarga yang berasal dari Abu Bakar Wustho rutin setiap tahun menggelar reuni di Desa Bangilan, Kecamatan Bangilan, Tuban. Biasanya KH Hasyim Muzadi selalu datang dalam acara reuni keluarga yang datang dari berbagai daerah di Indonesia tersebut.

Keluarga KH Hasyim Muzadi lainnya yang menetap di Surabaya, Fajrul Hakam Chozin menambahkan, KH Hasyim Muzadi di mata keluarga merupakan sosok yang humoris selain menguasai ilmu logika. Oleh karena itu, kata dia, KH Hasyim Muzadi bisa diterima berbagai golongan masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya