Terungkap, Mengapa Botol Bir Selalu Berwarna Hijau dan Cokelat

Warna hijau dan cokelat pada botol bir mampu meredam sinar ultraviolet, sehingga menjaga kualitas bir dalam waktu yang lama.

oleh Yulia Lisnawati diperbarui 10 Mar 2017, 15:00 WIB
Botol bir

Liputan6.com, Jakarta - Bir diperkirakan pertama kali mulai dikonsumsi manusia sejak zaman Mesir kuno. Namun, bir diketahui mulai diperjualbelikan secara komersial pada abad ke-19.

Seiring berkembangnya zaman, bir kerap diperjualbelikan dalam kemasan botol berwarna hijau dan cokelat. Apakah kamu tahu mengapa bir selalu disimpan di dalam botol berwarna hijau dan cokelat?

Ketika pertama kali diperjualbelikan, awalnya bir disimpan di dalam botol kaca bening. Namun ternyata, bir yang diletakkan di dalam botol bening hanya mampu bertahan ketika musim dingin. Ketika musim panas, ternyata bir tersebut akan memiliki kualitas yang buruk.

Ternyata bir akan lebih mudah menimbulkan aroma busuk ketika diletakkan dalam botol bening. Hal ini terjadi karena pengaruh sinar ultraviolet yang terpapar dari cahaya matahari. Warna hijau atau cokelat pada botol bir mampu meredam sinar ultraviolet, sehingga membuat kualitas bir tetap terjaga dalam waktu yang lebih lama.

Awalnya bir hanya dikemas dalam botol berwarna cokelat, tapi ketika Perang Dunia II berlangsung banyak produsen bir yang kekurangan bahan kaca berwarna cokelat. Hal tersebut yang membuat para produsen beralih dengan meletakkan bir di dalam botol berwarna hijau seperti yang sering kita lihat selama ini.

Meski begitu, beberapa produsen bir tetap menyimpan bir mereka di dalam kemasan botol berwana cokelat untuk mempertahankan unsur tradisional.

(soy/ul)

 

Penulis:

Soyid Prabowo

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya