Perahu-Perahu Mini Semarakkan Pagi di Teluk Nongsa Batam

Sebanyak 1.800 peserta lomba perahu miniatur atau jong meramaikan wisata pantai Teluk Nongsa, Kota Batam, Kepri.

oleh Ajang Nurdin diperbarui 07 Mar 2017, 06:01 WIB
Lomba perahu miniatur (jong) permainan tradisional khas Melayu digelar di Teluk Nongsa, Kota Batam, Kepri. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Liputan6.com, Batam - Ada keramaian di kawasan pantai Teluk Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sebanyak 1.800 peserta lomba perahu miniatur atau jong dari dua provinsi turut meramaikan wisata pantai di Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Suasana pagi di Teluk Nongsa pun semarak.

"Peningkatan jumlah peserta yang mengikuti agenda Festival Jong Race 2017 mengalami kenaikan 100 persen. Pada tahun lalu, jumlah peserta hanya 800 orang, tahun ini 1.800 peserta," ucap Ketua Panitia, Syamsul Bahri, di lokasi saat pembukaan lomba, Jumat sore, 3 Maret 2017.

Ia menjelaskan, jong merupakan permainan tradisional khas Melayu yang digelar setiap musim angin utara. Permainan ini paling digemari masyarakat Melayu pesisir.

Ada tiga kategori dalam lomba jong. Yakni, jong kecil, sedang, dan jong besar. Adapun pelaksanaannya berlangsung tiga hari berturut-turut.

"Peserta berasal dari Kabupaten Karimun, Bintan, Kota Tanjungpinang dan Batam, serta dari Provinsi Riau. Ada juga dari Bengkalis dan Pelalawan. Kegiatan ini akan diselenggarakan sampai tiga hari ke depan (Senin, 6 Maret 2017)," ujar dia.

Lomba perahu miniatur (jong) permainan tradisional khas Melayu digelar di Teluk Nongsa, Kota Batam, Kepri. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Syamsul mengungkapkan, lomba jong setiap tahun digelar warga Batu Besar di Pantai Kampung Melayu. Dua tahun terakhir kegiatan ini diambil alih Pemerintah Kota Batam, guna meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan asing.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin warga Batu Besar. Sudah 15 tahun dilaksanakan, tapi dua tahun terakhir menjadi perhatian Pemerintah Kota Batam. "Pelaksanaannya tetap dilakukan warga," kata dia.

Sebanyak 1.800 peserta yang mengikuti agenda ini memperebutkan piala bergilir, uang pembinaan, dan piala tetap.

"Selain melestarikan permainan tradisional Melayu, jong laut ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan asing," sebut Syamsul.

Alwi Ar, tokoh Kampung Melayu selaku perintis lomba mengatakan, Festival Jong dulu sebagai ajang silaturahmi masyarakat pesisir.

"Pada dasarnya permainan ini khusus masyarakat pesisir (khas Melayu), dimainkan untuk menghilangkan penat ketika tidak melaut."

Warga antusias menyaksikan lomba perahu miniatur (jong) permainan tradisional khas Melayu yang digelar di Teluk Nongsa, Kota Batam, Kepri. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Jong dimainkan ketika angin kencang dan gelombang pasang. Biasanya terjadi pada musim angin utara, sekitar Desember hingga Maret. Ia menambahkan, peserta tak hanya dari Kepri dan Riau daratan, tapi juga Singapura dan Malaysia.

"Terkadang dari mereka yang mengingatkan untuk lomba," ujar Alwi.

Menurut Alwi, para peserta dari negeri jiran itu bahkan menunjuk Pantai Kampung Melayu di Teluk Nongsa, Kota Batam, cocok untuk lomba. Sebab, teluknya tidak terlalu terbuka, sehingga mata angin satu arah dan permainannya pun memuaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya