Gandeng Pengusaha Arab Saudi, Sarinah Jualan Produk UKM ke Mekkah

Sarinah akan memasok produk-produk Indonesia ke Mekkah, sementara Al Burhan menyiapkan lapak.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 03 Mar 2017, 20:31 WIB
Selain air zam-zam, liontin emas jadi alternatif buah tangan dari Tanah Suci Mekkah

Liputan6.com, Jakarta PT Sarinah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ritel akan melakukan ekspansi bisnis ke Mekkah, Arab Saudi. Menggandeng pengusaha Negeri Minyak itu, Sarinah siap mengekspor produk-produk andalan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UKM) Indonesia ke Tanah Suci.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, PT Sarinah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan pengusaha dari Arab Saudi, yakni Al Burhan Trading Company atau Burhan Hotels Group untuk membuka retail produk di Mekkah.

Direktur Utama PT Sarinah, Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa mengungkapkan, perusahaan akan memasok produk-produk Indonesia ke Mekkah. Sementara Al Burhan menyiapkan lapak atau tempat untuk Sarinah menjual produk ekspor tersebut.

"Kerja sama ini unik, sebab mereka menyediakan tempat, kita menyiapkan konten atau barang-barangnya. Sistemnya bagi hasil dengan mereka, dan model outlet seperti Khrisna di Bali," ujarnya saat di Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Lebih jauh dijelaskan Sugiarta, Sarinah akan mengekspor produk kerajinan tangan, dekorasi rumah, furnitur, garmen berupa pakaian batik dengan corak lebih lembut dan bernuansa Timur Tengah, serta produk makanan halal dengan kemasan yang tersertifikasi.

"Polanya Sarinah akan mengumpulkan produk UKM binaan kita yang sudah disertifikasi produknya dan kita akan ekspor ke Arab Saudi. Sertifikasi nantinya akan dibantu dari Sucofindo," dia menerangkan.

Dirinya menargetkan, ekspansi ekspor produk Indonesia oleh Sarinah dapat terealisasi di kuartal III tahun ini. Akan tetapi, Sugiarta belum dapat memastikan investasi maupun jumlah ekspor di tahap awal.

"Mudah-mudahan bila sukses di Mekkah, kita akan menyebar ke wilayah lain, seperti Madinah, Jeddah, Dubai, Yordania, dan negara pusat perdagangan Timur Tengah lainnya. Kita mulai dengan jenis gerai terlebih dulu, ke depan dikembangkan jadi toko lebih besar dengan brand Sarinah di Timur Tengah," kata Sugiarta.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution optimistis prospek ekspor produk Indonesia yang dijalankan Sarinah ke Arab Saudi sangat menjanjikan.

"Orang Indonesia yang haji atau umrah ke sana berapa banyak. Belum lagi yang bekerja. Jadi ini bukan MoU lagi, tapi langkah konkret menjual produk Indonesia, seperti kerajinan, makanan, minuman, kebutuhan sehari-hari di Arab Saudi, jadi kalau pergi haji tidak perlu bawa banyak barang," pungkasnya. (Fik/Gdn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya