Di India Honda Mobilio Bernasib Buruk

Kisah Honda Mobilio di India tak semanis di Indonesia.

oleh Rio Apinino diperbarui 03 Mar 2017, 14:27 WIB
Honda Mobilio 2017 sudah memakai 85 persen komponen lokal.

Liputan6.com, Mumbai - Di Indonesia, Mobilio adalah model Honda Prospect Motor (HPM) paling laris. Tahun lalu multi purpose vehicle ini terjual sebanyak 39.482 unit, mengalahkan model lain semacam BR-V, Brio, atau HR-V.

Namun kisah yang berbeda 180 derajat terjadi pada Mobilio di India. Di sana, Mobilio telah resmi disuntik mati. Produksinya telah dihentikan. Sebabnya jelas, penjualan yang buruk. Bulan lalu bahkan tak ada satupun Mobilio yang keluar dealer.

Yoichiro Ueno, CEO Honda Cars India, mengatakan bahwa Mobilio tak diminati karena beberapa hal. Selain faktor kompetisi, ada pula peraturan keselamatan baru yang tidak bisa dipenuhi mobil ini. Demikian seperti yang dilaporkan India Times.

"Jadi untuk melanjutkan penjualan kami harus banyak berinvestasi atau memodifikasi modelnya," ujar Ueno. Ini baru akan mereka putuskan dua bulan lagi. Adapun model baru yang dimaksud sama seperti Mobilio baru yang telah diperkenalkan di sini.

Keputusan untuk melanjutkan penjualan mobil ini sebab secara umum, performa model ini di pasar memang buruk. Sejak diluncurkan pada Juli 2014, Honda baru sukses memasarkan 40an ribu saja. Kontras dengan apa yang terjadi di sini.

"Jika investasi terlalu besar dan buruk jika harus menambah harga terlalu banyak, pada skenario itu akan sangat sulit untuk melanjutkannya," tambah Ueno.

Sebagai informasi, Mobilio dikembangkan di fasilitas R & D Honda di Bangkok, Thailand, eksklusif untuk pasar Asia saja, dengan target utama India dan Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya