Benda Pencabut Nyawa Ala Hitler Ini Dilelang Hingga Rp 3,9 Miliar

Rumah lelang Alexander Historical Auctions mengatakan penawaran di Chesapeake City, Maryland, akan mulai dibuka dari angka US$ 100.000.

oleh Tanti Yulianingsih diperbarui 18 Feb 2017, 18:36 WIB
Telepon Adolf HItler yang akan dilelang di AS pekan ini. (AP)

Liputan6.com, Washington, D.C - Sebuah telepon yang digunakan oleh diktator era Nazi, Adolf Hitler selama Perang Dunia Kedua akan dilelang di Amerika Serikat akhir pekan ini.

Dilansir dari BBC, Sabtu (18/2/2017), telepon berwarna merah yang memiliki nama pemimpin Nazi terukir di atasnya itu ditemukan di bunker Berlin di 1945. Tentara Soviet memberikannya kepada tentara Inggris, Brigadir Sir Ralph Rayner sebagai souvenir setelah Jerman menyerah.

Rumah lelang Alexander Historical Auctions mengatakan penawaran di Chesapeake City, Maryland, akan mulai dibuka dari angka US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,3 miliar.

Telepon yang sedang dijual oleh putra Sir Ralph diperkirakan terjual hingga US$ 300.000 atau sekitar Rp 3,9 miliar.

Associated Press melaporkan, rumah lelang resmi, Bill Panagopulos mengatakan telepon itu adalah "senjata pemusnah massal", karena digunakan oleh Hitler untuk memberikan perintah yang menelan banyak nyawa selama perang.

Telepon tersebut merupakan buatan pabrikan telekomunikasi raksasa Jerman, Siemens. Awalnya, benda tersebut berwarna hitam.

Telepon Adolf HItler yang akan dilelang di AS pekan ini. (AP)

Namun, ketika ada di tangan Nazi, mereka mengecat benda ini dengan warna merah. Tak cuma itu, Hitler menambahkan simbol swastika dan elang di bagian belakangnya.

Rumah lelang AS pun mendeskripsikan telepon ini sebagai benda bersejarah yang sama sekali tidak ada tandingannya.

Sebelumnya, pada awal Juli 2016, balai lelang Hermann Historica juga menggelar lelang barang-barang milik Hitler.

Memorabilia Nazi yang dilelang di antaranya ada jas militer yang pernah dipakai Hitler, hasil foto sinar-X tempurung kepalanya setelah percobaan penembakan pada 1944, dan beberapa pakaian malam serta pakaian dalamnya.

Sejumlah kelompok masyarakat Yahudi mengecamnya. Karena kontroversi yang merebak, balai lelang itu bahkan melarang kehadiran para jurnalis.

Harian Bild di Jerman berhasil menyelundupkan seorang wartawan yang menyamar sebagai seorang pembeli. Menurut laporannya, hampir semua benda lelang itu dibeli oleh seorang pembeli tak dikenal dari Argentina.

Pembeli itu membayar hingga lebih dari 600 ribu euro atau setara Rp 8,8 miliar atas barang yang dibelinya. Secara keseluruhan, lelang itu meraup penjualan hingga lebih dari 900 ribu euro atau setara dengan Rp 13,2 miliar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya