Harga Emas Menguat di Tengah Kekecewaan Investor pada Trump

Harga emas naik pada perdagangan Kamis kemarin. Harga emas mencatatkan kenaikan dalam 7 pekan terakhir.

oleh Zulfi Suhendra diperbarui 13 Jan 2017, 06:45 WIB

Liputan6.com, Jakarta Harga emas naik pada perdagangan Kamis kemarin. Harga emas mencatatkan kenaikan dalam 7 pekan terakhir.

Pemicu kenaikan harga logam adalah dolar yang melemah akibat kekecewaan pada Presiden terplih Donald Trump yang tidak menyebutkan secara detil kebijakan ekonominya dalam konferensi pers terakhir.

Meski naik, harga emas hanya bertengger di kisaran US$ 1.200 per ounce.

Melansir marketwatch, emas untuk pengiriman Februari naik US$ 3,2 atau 0,3 persen untuk menetap US$ 1.199,80 per ounce. Sebelumnya harga sempat menyentuh US$ 1.207,20 per ounce.

Harga ini masih menjadi harga tertinggi sejak 22 November, Dalam 8 sesi terakhir, harga emas naik di 7 sesi.

"Kita melihat ada istirahat di perdagangan Trump, yang sudah mendominasi pasar sejak pemilihan presiden," tutur Tyler Richey do editor dari 7:00's Report dilansir dari Marketwatch, Jumat (13/1/2017)

"Investor kecewa pada konferensi pers Donald Trump kemarin,".

Dolar tergelincir 0,6 persen ke level 101,22, diperdagangkan di sekitar level terendah dalam sebulan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya