Bangga, Uang Kertas Baru pun Bergambar Destinasi Pariwisata

Pilihan gambar uang kertas pun yang resmi dikeluarkan Bank Indonesia berdesain destinasi pariwisata Indonesia.

oleh Liputan6 diperbarui 20 Des 2016, 19:43 WIB
Pilihan gambar uang kertas pun yang resmi dikeluarkan Bank Indonesia, berdesain destinasi pariwisata Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta Semangat Presiden Joko Widodo membangun keindonesiaan semakin terasa. Sektor pariwisata yang dijadikan core economy bangsa, juga semakin terdengar dan terus memviral. Semua sektor pun mensupport pariwisata sebagai satu diantara prioritas pembangunan di kabiner kerja, selain infrastruktur, pangan, energi, dan maritim.

Sampai-sampai soal pilihan gambar uang kertas pun yang resmi dikeluarkan Bank Indonesia, berdesain destinasi pariwisata Indonesia.

Menpar Arief Yahya melihat, ini sebagai bentuk konkret keseriusan dan komitmen Presiden Joko Widodo dalam membangun pariwisata secara total. Semua lini, semua ruang diorkestrasi untuk memperkokoh fondasi soliditas pariwisata. Jika CEO negara ini sudah mngarahkan haluan ke sektor pariwisata, maka atmosfer itu akan semakin cepat terwujud.

"Terima kasih Pak Presiden," kata Menpar Arief Yahya singkat.

Destinasi-destinasi wisata yang diangkat pun seluruhnya world class. Dari mulai Banda Neira, Gunung Bromo, Ngarai Sianok,Derawan, Taman Nasional Komodo, Wakatobi, hingga Raja Ampat, semuanya terrpampang di uang kertas baru yang dikeluarkan Bank Indonesia.

“Setuju! Ini akan makin menaikkan pamor pariwisata Indonesia, juga menaikkan kepercayaan diri untuk berbuat yang lebih hebat lagi. Apalagi yang diangkat di uang kertas baru adalah destinasi wisata yang world class semua,” kata Asnawi Bahar, Ketua Asosiasi Pengusaha Perjalanan Wisata (ASITA), Selasa (20/12).

Gairah pariwisata pun makin berkobar. Apa lagi, ada tangan Presiden Joko Widodo yang turun tangan langsung meluncurkan uang rupiah baru di Gedung Bank Indonesia, Senin (19/12). Selain menampilkan gambar pahlawan dan tarian tradisional, uang rupiah baru dengan tahun emisi 2016 ini juga menampilkan gambar destinasi wisata unggulan yang ada di Indonesia.

"Semangat Presiden Joko Widodo untuk memajukan pariwisata luar biasa. Gambar destinasi wisata unggulan di Indonesia sampai dimasukkan ke dalam uang rupiah baru tahun emisi 2016. Dari tujuh presiden yang pernah memimpin negeri ini, baru Joko Widodo yang respek dengan pariwisata," kata dia.

Silakan lihat uang kertas Rp 1000. Ada destinasi wisata Banda Neira yang terpampang di sana. Yang bisa ditengok banyak. Sejak 2014, Banda Neira tak berhenti disinggahi kapal-kapal mewah dari mancanegara. Setiap harinya, pemasukan wisatawan yang high class bisa mencapai US$ 2000 atau setara dengan Rp 24 juta per orang.

Dari mulai Gunung Api Banda, Benteng Belgica peninggalan bangsa Portugis, spot menyelam terbaikdi Lava Flow, Gereja Tua Hollandische Kerk, Rumah Budaya, Istana Mini, lokasi pengasingan Bung Hatta, semua bisa dinikmati saat berwisata ke Banda Neira.

Di uang kertas Rp 2000, ada Ngarai Sianok, Sumatera Barat. Panorama alamnya jangan ditanya lagi. Ada keindahan matahari terbit yang bisa dinikmati dari balik Gunung Singgalan. Suasananya tenang dan damai. Udaranya pun sangat bersih dan sejuk. Diiringi suara kicauan burung dan gemericik air sungai, ngarai ini cocok sebagai tempat melepaskan beban pikiran dari rutinitas sehari-hari.
Uang kertas Rp 5000 ceritanya lain lagi.

Ada Gunung Bromo yang terpampang di sana. Ikon pariwisata Jatim itu kini sudah ditepkan ke dalam salah satu destinasi prioritas bersama Tengger dan Semeru. Tautan antara ngarai dan lembah, dengan lautan pasir luas sekitar 10 kilometer (km) persegi, membuat Bromo layak dikategorikan sebagai destinasi kelas dunia. Blok savana yang maha luas, pemandangan matahari terbit yang eksotis, hingga sakralnnya ritual Yadnya Kasada menjadi beberapa pemandangan epik bisa disaksikan di Gunung Bromo. Di sini wisatawan tidak hanya bisa menikmati pemandangan pegunungan dan padang pasir, tapi juga padang rumput, danau, dan bahkan air terjun.

Di uang kertas Rp 10.000, ada Taman Nasional Wakatobi yang siap menyapa. Destinasi ini juga yang merupakan gabungan Pulau Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko itu juga sudah ditetapkan ke dalam salah satu dari 10 destinasi prioritas.

Pada 2012, Scuba Diving, majalah panduan traveller dunia yang hobi diving dan snorkeling, pernah memberikan gelar The Best Shore Dive dunia pada Wakatobi House Reef, Indonesia. Penghargaan penuh prestise ini diberikan kepada Wakatobi House Reef lantaran salah satu destinasi andalan Indonesia itu menjadi surga bagi mereka yang hobi menyelam. Ada beberapa jenis burung laut dan tiga jenis penyu langka di dunia yang bisa dilihat di Wakatobi.

Setelah Wakatobi, ada Derawan yang dipampang di uang kertas Rp 20.000. Destinasi yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipna, ini punya spot selam yang dianggap salah satu yang terbaik di dunia. Pemandangan bawah lautnya sangat menakjubkan. Dari kura-kura raksasa, lumba-lumba, pari manta, duyung dan barakuda, ubur-ubur dan kadang-kadang, paus Derawan, bisa dijumpai di sini.

Derawan juga menjadi tempat bersarang kura-kura raksasa hijau terbesar dunia yang langka dan terancam punah. Selain itu, ada juga ubur-ubur terbesar dan paling beragam di dunia, termasuk empat spesies unik ubur-ubur yang dapat berenang terbalik.

Di uang kertas Rp 50.000, ada Taman Nasional Komodo. UNESCO telah memutuskan bahwa Taman Nasional Komodo menjadi situs warisan dunia sejak 1991. Destinasi yang juga masuk ke dalam salah satu destinasi priorotas itu menjadi habitat asli bagi kawanan hewan purba Komodo. Keindahan bawah lautnya? Sangat menakjubkan. Selain punya pantai merah jambu yang hanya ada di tiga negara di dunia, bawah lautnya diakui CNN sebagai spot diving terbaik kedua dunia.

Dan di pecahan Rp 100.000, ada Raja Ampat. Keindahan alam dan budayanya sudah dikenal seantero jagat. CNN sudah memberikan gelar diving site terbaik dunia pada Raja Ampat. Raja Ampat juga didapuk menjadi perairan dengan kelengkapan flora dan fauna laut nomor satu di dunia.

"Setiap lembar rupiah bukti kemandirian Indonesia, kemandirian di tengah ekonomi dunia," ucap Presiden Joko Widodo.

(Adv)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya