Tradisi Unik Mengapung di Atas Bambu Orang Tiongkok

Orang-orang di Guizhou di Tiongkok punya kebiasaan unik, yaitu bisa mengapung di perairan hanya dengan menggunakan sebilah bambu.

oleh Ahmad Apriyono diperbarui 07 Des 2016, 13:24 WIB
Orang-orang di Guizhou di Tiongkok punya kebiasaan unik, yaitu bisa mengapung di perairan hanya dengan menggunakan sebilah bambu.

Liputan6.com, Jakarta Sebuah video yang pernah diunggah ke media sosial sempat membuat takjub banyak orang. Video tersebut berisi tentang kebiasaan orang-orang di Guizhou Tiongkok yang bisa mengapung di perairan hanya dengan menggunakan bambu. Video menarik berjudul Dancing on Water: The Chinese Art of Bamboo Drifting ini telah ditonton dan mendapat like ratusan ribu orang.

Presiden of Zunyi Single Bamboo Drifting Association, Kang Xiaobing dalam video mengatakan, “Saat saya pertama kali melihatnya, saya merasa itu sangat unik. Berdiri di atas sepotong bambu di tanah saja tidak mudah, tapi mereka melakukannya di atas air.”

Perahu bambu mungkin menjadi suatu keanehan, namun orang Miao, suatu kelompok etnis di Provinsi Guizhou telah melakukannya secara turun terumurun lebih dari ribuan tahun yang lalu. Seperti dikutip dari Chinadaily, Senin (5/12/2016), kebiasaan mengapung hanya dengan sebilah bambu telah dikenal saat Zunyi menjadi tempat penghasil kayu Nan, yaitu kayu termahal dengan kualitas yang baik.

Banyak daerah lain di Tiongkok yang menginginkan kayu Nan, namun saat itu belum ada sarana transpotasi untuk mengangkut kayu-kayu tersebut, sehingga orang-orang Miao di Guizhou menjadikan balok-balok kayu sebagai untuk bisa memindahkannya ke tempat lain.

Kini di Guizhou, perahu dengan hanya sebilah bambu bukan hanya menjadi tradisi dan dilupakan. Generasi muda Tiongkok mulai menjadikannya sebagai daya tarik wisata dengan membuatkan festival perahu bambu yang mampu mendongkrak kunjungan wisata.

Tak hanya itu, bahkan kini perahu bambu menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan dalam Chinese Ethnic Games, yaitu pesta olahraga yang digelar tiap empat tahun sekali yang melibatkan beragam permainan tradisional yang dimainkan oleh lebih dari 56 etnis di Tiongkok.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya