Kenali Kekurangan dan Kelebihan Lampu LED untuk Kendaraan

Ada beragam jenis, salah satunya adalah teknologi light-emitting diode (LED).

oleh Sigit Tri Santoso diperbarui 02 Des 2016, 17:30 WIB
Lampu LED (Foto: Autoevolution)

Liputan6.com, Jakarta - Mengganti jenis lampu kendaraan jadi solusi mudah untuk meningkatkan visibilitas berkendara di malam hari. Ada beragam jenis, salah satunya adalah teknologi light-emitting diode (LED).

Lampu jenis ini menjanjikan sinar yang lebih terang dan konsusi listrik yang rendah. Selain itu, lampu LED juga diklaim punya umur yang lebih panjang. Meskipun belum ada yang dapat memberikan kepastian dapat tahan betapa lama lampu tersebut.

Sebagai perbandingan, lampu halogen diklaim bisa bertahan hidup hingga 1.000 jam. Sementara HID bisa lebih dari itu, 2.000 jam. Semuanya untuk pemakaian normal.

"Selama sinar dipancarkan pada arah yang tepat, tidak akan masalah," ujar Dadi Hendriadi GM Technical Service PT Toyota-Astra Motor (TAM) beberapa waktu lalu.

Tapi masalahnya, lanjut Dadi, mobil-mobil pada jenis SUV dan MPV terkadang ketinggian lampu yang kurang optimal. "Kondisi ini (membuat pemilik kendaraan) akan mengarahkan sinar lampu utama ke atas," imbuhnya.

Bila ini terjadi, otomatis arah lampu akan menggangu pandangan pengendara di depannya. "Makanya fitur auto leveling akan berguna dalam kondisi seperti ini," sebut dia.

Dikatakan, lampu LED pun punya kelemahan lain, khususnya ketika masa penggunaannya sudah habis. Meski hanya satu lampu yang mati, misal dalam rangkaian daytime running lights, kita tak bisa mengganti satu unit LED saja.

"Masih harus ganti satu modul (rangkaian), tidak bisa satu unit saja," jelas Dadi. Praktis, katanya, hal ini yang membuat LED masih mahal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya