Kembangkan Mobil Otonomos, Intel Bakal Kucurkan Rp 3,3 Triliun

Ikuti tren, Intel kini mulai berinvestasi senilai Rp 3,3 triliun untuk mengembangkan teknologi bagi kendaraan otonomos.

oleh Agustin Setyo Wardani diperbarui 17 Nov 2016, 10:37 WIB

Liputan6.com, Jakarta - CEO Intel Brian Krzanich mengungkapkan, perusahaan akan mengucurkan US$ 250 juta atau setara Rp 3,3 triliun dalam dua tahun ke depan untuk mengembangkan mobil otonomos.

Hal ini dikatakannya saat menjadi keynote speaker dalam gelaran LA Auto Show sebagaimana Tekno Liputan6.com kutip dari The Verge, Kamis (17/11/2016).

Dengan jumlah uang yang tak sedikit itu, perusahaan pengembang chip komputer tersebut tampak serius untuk ikut ambil bagian dalam masa depan dunia otomotif.

Meski begitu, tak berarti perusahaan yang bermarkas di Santa Clara, California, itu akan mengembangkan mobil otonomosnya sendiri.

Kemungkinan besar, Intel lebih tertarik untuk mengembangkan teknologi di balik kendaraan otonomos dibandingkan memproduksi mobil.

Dalam pernyataannya, Intel menyebutkan bahwa investasi akan membantu mempersempit batas konektivitas pada komunikasi, context awareness, deep learning, keamanan, keselamatan, dan lain-lain. Dengan kata lain, Intel ingin jadi perusahaan pemroses data powering pada mobil otonomos yang dibuat oleh produsen-produsen mobil, sebut saja BMW.

Sebelumnya perusahaan Jerman itu menyebut akan bermitra dengan Intel dan Mobileye, perusahaan Israel yang memasok sistem bantuan berkendara dan sebagian sensor untuk industri otonomos pada 2.021.

Untuk memproduksi mobil otonomos memang diperlukan berbagai bentuk partikel otomotif. Contohnya pengembangan mobil Google yang benar-benar tanpa sopir, tentu dibutuhkan kemampuan dan kompleksitas yang berbeda.

Misalnya ketika pengguna memanggil, mobil bisa langsung datang, dinaiki, dan berjalan ke manapun penumpangnya ingin pergi.

Sejauh ini, Intel memang belum akrab dengan peranti lunak (software) untuk kendaraan tanpa sopir, namun perusahaan telah berupaya mengembangkan bidang lain seperti kecerdasan buatan, machine learning, dan Internet of Things (IoT).

Perlu dipahami bahwa Intel bukanlah perusahaan teknologi yang berinvestasi besar-besaran pada mobil otonomos. Namun kini perusahaan teknologi seperti pembuat GPU Nvidia serta mesin pencari Baidu mulai mengembangkan teknologi yang bisa mendukung kendaraan otonomos.


(Tin/Ysl)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya