Dino Patti Djalal: Kemenangan Hillary Akan Untungkan Indonesia

Siapapun pemenangnya, Hillary Clinton atau Donald Trump, akan berdampak pada AS juga dunia, termasuk Indonesia.

oleh Tanti YulianingsihFarhannisa Nasution diperbarui 08 Nov 2016, 09:00 WIB
Dino Patti Djalal (Liputan6.com/ Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Pemilihan presiden atau Pilpres Amerika Serikat yang digelar pada 8 November 2016 waktu setempat akan menjadi penentu, siapa di antara Hillary Clinton dan Donald Trump yang akan menggantikan Barack Obama sebagai penguasa Gedung Putih.

Siapapun pemenangnya, Hillary Clinton atau Donald Trump, ia akan menentukan wajah Amerika di mata dunia, termasuk Indonesia.

Dubes RI untuk Amerika Serikat periode 2010-2013, Dino Patti Djalal menilai, dua calon yang diajukan Partai Republik dan Demokrat pada Pilpres 2016, bukan lah yang terbaik. Keduanya memiliki titik lemah dan 'dosa' masa lalu. 

Menurut Dino, pemilu AS kali ini termasuk yang paling tak inspiratif dan jauh di bawah standar. 

"Pemilu ini terburuk, daripada era Obama yang inspiratif, yang membuat idealisme rakyat semakin meninggi," kata pendiri Foreign Policy Community of Indonesia tersebut dalam wawancara khusus Liputan6.com.

Donald Trump dan Hillary Clinton berjabat tangan tanda dimulainya debat perdana yang dihelat di Hofstra University pada 26 September 2016 waktu setempat (Reuters)

"Biasanya pemilu AS inspiratif, bringing out the best of America. Tapi kali ini perasaan itu sama sekali tidak ada, tidak muncul," imbuhnya.

Apapun, semua pihak mau tak mau harus menerima jika salah satu dari capres tersebut terpilih sebagai Presiden AS. 

Pertanyaannya, di antara Hillary dan Trump, siapa yang akan menguntungkan bagi Indonesia?

Dino mengatakan, siapapun yang jadi Presiden AS tak mungkin memalingkan muka dari Indonesia.

Meski demikian, pria kelahiran Beograd itu menilai, kemenangan Hillary Clinton akan lebih menguntungkan bagi Indonesia.

Alasannya, Hilllary dan Obama sama-sama mengerti nilai strategis Indonesia dalam peta global. 

Indonesia bahkan menjadi salah satu negara pertama yang dikunjungi Hillary Clinton saat baru terpilih sebagai Menteri Luar Negeri AS.

"Selama 8 tahun terakhir ini mereka (Hillary dan Obama) yang paling aktif membina hubungan dengan Indonesia," tutur dia.

Sementara, "Trump tidak tahu politik luar negeri, ia melihat hanya dari segi bisnis di Indonesia," tambah Dino.

Saksikan wawancara terkait dampak Pemilu AS bagi Indonesia selengkapnya dengan Dino Patti Djalal dalam video berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya