Tes Kejiwaan Calon Bupati Bengkulu, Copot Dulu Batu Akiknya

Seorang calon bupati Bengkulu menyatakan tak ada kekuatan magis di batu akiknya.

oleh Yuliardi Hardjo Putro diperbarui 27 Sep 2016, 18:45 WIB
Wajib lepas batu akik saat tes kejiwaan kandidat bupati Bengkulu (Liputan6.com / Yuliardi Hardjo Putro)

Liputan6.com, Bengkulu - Lima pasang bakal calon Bupati Bengkulu Tengah menjalankan tes kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Bengkulu, Selasa (27/9/2016). Uniknya, hampir seluruh bakal calon yang masuk ke dalam ruangan tes Stress Analizer memakai cincin batu akik di jarinya.

Petugas pun meminta mereka untuk melepasnya. selain cincin batu akik, juga telepon genggam, kalung, jam tangan, dan ikat pinggang.

"Ketika Finger penjepit dipasang, tubuh orang tersebut harus bebas dari unsur logam apapun. Jika ada, alat ini tidak akan melakukan respon," kata Koordinator Tes Kesehatan dan Kejiwaan RSJKO Bengkulu, Emrin, di Bengkulu (27/9/2016).

Dia menjelaskan peralatan Bio Fitback yang digunakan untuk melakukan analisis terhadap tingkat stres calon kepala daerah itu memang sangat rawan dan tidak boleh ada benda logam yang melekat di tubuh orang yang dipasangi alat.

Salah seorang bakal calon bupati Arsyad Hamzah mengaku bisa menerima perlakuan petugas yang mengharuskan mereka melepas dua buah cincin berbatu akik yang dikenakannya. Awalnya, dia terlihat keberatan dan protes kepada petugas medis.

"Tidak ada unsur magis di batu akik saya ini, tetapi setelah dijelaskan, saya bisa menerima, hasilnya apakah saya stres atau tidak, masih menunggu seluruh proses tes kesehatan ini selesai," kata Arsyad.

Bakal calon bupati lain, Muhammad Sabri mengaku sudah menjalankan tes selama tiga hari. Pertama dilakukan tes tertulis, setelah itu menjalankan tes kesehatan menyeluruh di RSUD M Yunus Bengkulu, terakhir tes urine atau narkoba dan terakhir uji tingkat stres dan wawancara.

"Alhamdulillah, semua proses sudah dijalani, mudah-mudahan tidak ada kendala," ujar Sabri.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya