Kurang Tidur, Risiko Kena Kanker Payudara Meningkat

Hormon melatonin mampu menghentikan perkembangan kanker payudara.

oleh Benedikta Desideria diperbarui 10 Sep 2016, 16:00 WIB
Orang dewasa berusia lebih tua dan memiliki kualitas tidur yang buruk, membuat proses penyusutan di otak semakin cepat.

Liputan6.com, Jakarta Bagi kaum Hawa, rutinlah memiliki jadwal tidur dengan durasi secukupnya, tidak kurang maupun berlebih. Jika seorang wanita kurang tidur, hal itu meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

"Saat kebutuhan tidur tercukupi, ini artinya hormon melatonin meningkat dan mampu menghentikan perkembangan kanker payudara," kata peneliti Michigan State University, Amerika Serikat.

Hal ini diketahui lewat studi laboratorium. Peneliti menumbuhkan sel-sel kanker menggunakan hormon estrogen. Rupanya, melatonin mampu menurunkan jumlah dan ukuran tumor dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan melatonin.

Masalahnya, produksi melatonin terjadi di malam hari saat kita tidur. Sementara kehidupan manusia modern mempengaruhi pasokan melatonin, seperti disebutkan dalam jurnal Genes & Cancer.

Peneliti pun menyarankan agar para wanita fokus pada kualitas dan durasi tidur agar bisa mendapatkan asupan melatonin. National Sleep Foundation menyarankan tidur dengan durasi dan waktu yang rutin setiap hari, termasuk hari libur.

Agar tidur lebih nyenyak, hindari alkohol, rokok dan makanan berat. Serta jauhkan paparan layar monitor dan elektronik dua jam sebelum tidur agar hormon melatonin berproduksi dengan baik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya