Ternyata, Karyawan Hanya Bekerja Produktif 3 Hari dalam Seminggu

Ditemukan fakta, bahwa karyawan hanya bekerja produktif 3 hari dalam seminggu.

oleh Ivana Sitanggang diperbarui 01 Agu 2016, 21:00 WIB
Ditemukan fakta, bahwa karyawan hanya bekerja produktif 3 hari dalam seminggu.

Liputan6.com, Jakarta Produktivitas karyawan menjadi amunisi sebuah perusahaan. Jika kinerja kerja karyawan melambat, otomatis pekerjaan dan hasil kerja yang didapat juga menjadi lebih lama dan tidak efektif.

Sebuah penelitian menemukan, karyawan yang bekerja di perusahaan hanya produktif selama 3 hari di dalam satu minggu. Seperti dilansir dari Metro.co.uk, Senin (1/8/2016), banyak faktor yang membuat tingkat produktivitas karyawan berkurang.

Waktu tidur yang kurang di malam hari, adalah penyebab utama dari satu hari yang tidak produktif. Selain itu, cuaca atau udara yang panas di dalam kantor juga menjadi penyebab yang paling sering ditemui. Permasalahan teknis dan komputer, rasa lapar efek dari minum-minuman alkohol di malam sebelumnya juga membuat banyak pekerjaan tidak selesai. Responden yang dijadikan narasumber penelitian mengaku, mereka merasa terlalu lelah di kantor kurang lebih 2 hari dalam seminggu. 

Dalam penelitian tersebut juga ditemukan, pada hari-hari biasa, karyawan rata-rata menghabiskan 15 menit untuk bertukar gosip dengan teman kantor, 14 menit browsing hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, dan 8 menit untuk membuat kopi atau teh.

Dan yang tak perlu lagi ditebak, Jumat adalah hari yang paling tidak produktif di dalam satu minggu, dan hari Selasa terbukti paling produktif. Untuk jam kerja, para responden paling banyak memilih jam 10.23 pagi menjadi waktu produktif, dan 14.02 siang menjadi waktu yang dirasa paling melelahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya