Stroke Akibat Irama Jantung yang Tak Teratur Lebih Membahayakan

Stroke yang disebabkan oleh FA mengakibatkan kecacatan stroke yang paling berat.

oleh Tassa Marita Fitradayanti diperbarui 26 Jul 2016, 12:00 WIB
dr, salim

Liputan6.com, Jakarta Stroke terjadi ketika aliran darah di dalam otak tersumbat akibat pengerasan pembuluh darah di otak. Akibatnya, dalam beberapa menit, sel-sel otak mulai mati. 

“Stroke menyebabkan terjadinya gangguan fungsi otak, sumsum tulang belakang, dan retina mata,”ujar Ketua 1 Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), dr. H. Salim Haris, SpS(K) saat Atrial Fibrillation Campaign di Kantor Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Senin (25/7/2016).

Terdapat dua jenis stroke, ischemic stroke yang disebabkan oleh gumpalan darah di otak sehingga mengakibatkan aliran darah tersumbat dan hemorrhagic stroke yang disebabkan pecahnya pembuluh darah di otak.

“Dua jenis stroke tersebut berhubungan dengan faktor usia, jenis kelamin, darah tinggi, diabetes, kencing manis, merokok, keturunan, serta FA (Fibrilasi Atrium),”

Fibrilasi Atrium (FA ) merupakan kelainan irama jantung berupa detak jantung yang tidak reguler atau stabil. FA juga dapat menyebabkan stroke, gagal jantung, dan serangan jantung.

“FA sebagai faktor risiko stroke sifatnya independen dan dapat dengan cepat menimbulkan stroke sumbatan,” tambahnya.

Jika stroke disebabkan oleh faktor-faktor selain FA, prosesnya akan berlangsung lama hingga tahunan. Namun jika stroke disebabkan oleh faktor FA, ia dapat muncul dalam hitungan jam. Sehingga perlu sekali menyadari gejala-gejala FA sedini mungkin.

Namun FA merupakan faktor yang paling besar menyebabkan stroke daripada penyakit-penyakit lainnya. Selain itu, stroke yang disebabkan oleh FA mengakibatkan kecacatan stroke yang paling berat.

“Bicara kita disebabkan oleh otak kiri, sehingga apabila terjadi sumbatan pada otak akibat FA, kemampuan bicara kita akan hilang. Sehingga seorang yang mengalami stroke kemudian tidak bisa bicara, angka depresi tiga bulan pertama sangat tinggi, sekitar 30 persen. Sehingga orang yang terkena sumbatan di otak kirinya, risiko penderitaan dan vatalitynya menjadi tinggi,” katanya.

Orang yang terkena stroke akibat FA, tidak bisa berbicara, tidak mengerti pembicaraan, tidak bisa menggerakkan tangan dan kaki, mukanya mencong ke kiri, dan lidahnya akan terdorong ke sisi kiri.

“Faktor risiko stroke yang paling cepat ialah FA. FA sendiri tanpa dibantu faktor-faktor kesehatan lainnya dapat mengakibatkan kecacatan yang paling parah,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya