Sekolah di Australia Larang Siswa Bertepuk Tangan

Sejumlah sekolah di Australia menerapkan aturan-aturan yang terdengar unik, salah satunya larangan bertepuk tangan.

oleh Khairisa Ferida diperbarui 20 Jul 2016, 16:37 WIB
Ilustrasi tepuk tangan (readytalk)

Liputan6.com, Sydney - Sebuah sekolah dasar (SD) di Sydney, Australia menerapkan larangan untuk bertepuk tangan. Sebagai gantinya, para siswa dapat 'bersorak dalam diam', 'mengekspresikan wajah gembira', dan 'meninju ke udara'.

Seperti dilansir dari news.com.au, Rabu (20/7/2016), peraturan ini diterapkan Elanora Heights Public School yang berlokasi di pantai utara Sydney. Mereka mengumumkan kebijakan baru 'bersorak dalam diam' pada tabloid terbaru sekolah.

Ternyata, kebijakan ini diterapkan untuk menghormati para siswa yang 'sensitif dengan kebisingan'. Dan menurut para guru, praktik ini juga dapat 'mengurangi gelisah' para siswa.

Pada waktu bersamaan, Elanora Heights Public School yang merupakan sekolah khusus perempuan juga menerapkan larangan bagi para guru untuk memanggil 'ladies' atau 'women' kepada murid mereka. Alasannya, demi kenetralan gender.

"Apakah Anda tahu bahwa sekolah kami telah mengadopsi bersorak dalam diam di pertemuan. Jika pernah datang ke pertemuan sekolah, Anda pasti memperhatikan siswa kami melakukannya," ujar pihak sekolah dalam tabloid tersebut.

"Alih-alih bertepuk tangan, para siswa bebas meninju ke udara, mengekspresikan wajah gembira, dan menari di tempat. Praktik ini diadopsi untuk menghormati siswa yang sensitif terhadap kebisingan. Para guru menemukan bahwa bersorak dalam diam menjadi cara yang bagus bagi murid mereka untuk membuang energi dan mengurangi gelisah," jelas pihak sekolah.

Sebelumnya, larangan untuk memanggil 'ladies' atau 'women' telah diterapkan lebih dulu oleh sekolah Cheltenham Girls High School di barat laut Sydney. Ini demi menghindari diskriminasi dan mendukung keberadaan komunitas LGBT.

Sejumlah sekolah di Australia memang telah menerapkan beberapa aturan unik seperti misalnya larangan memeluk yang telah diterapkan di Geelong primary school pada April lalu. Para murid pun diajarkan cara lain untuk menunjukkan kasih sayang, yaitu tos dan 'salam tinju'.

Menurut salah seorang guru di St Patrick Primary School, John Grant 'tidak ada yang istimewa' di balik alasan diberlakukannya larangan memeluk.

"Namun saat ini dengan usia mereka, kita harus benar-benar sadar tentang upaya melindungi anak-anak dan mengajarkan sejak dini bahwa mereka harus berhati-hati," ujar Grant.

Tak hanya larangan bertepuk tangan dan memeluk, namun sejumlah sekolah di Australia juga memiliki peraturan 'tak biasa' lainnya seperti larangan menyanyikan lagu Natal, merayakan Australia Day atau bahkan menyebut kata 'black' dalam lirik lagu anak-anak terkenal 'baa baa black sheep'.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya