Ketua Komisi III DPR: Bom Solo, Pesan untuk Kapolri Tito

Dia berharap Polri di bawah pimpinan Kapolri Tito selalu siaga untuk mengantisipasi dan merespons serangan dari kelompok kriminal.

oleh Devira Prastiwi diperbarui 15 Jul 2016, 13:46 WIB
Kapolri Tito Karnavian diambil sumpahnya saat dilantik menjadi Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/7). Tito Karnavian dilantik dengan Keputusan Presiden tentang pengangkatan Kapolri Nomor 48/Polri/Tahun 2016. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Tak lama sebelum pelantikan Tito Karnavian menjadi Kapolri, seorang pria meledakkan diri di Mapolresta Solo, Jawa Tengah. Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menilai ledakan yang terjadi pada 5 Juli 2016 itu secara tidak langsung menjadi pesan untuk Tito.
 
"Kapolri Tito Karnavian secara tidak langsung sudah menerima pesan yang sangat jelas dari kasus ledakan bom bunuh di Markas Polresta Solo. Kendati terus diburu, kelompok pelaku teror masih eksis, mampu beraksi bahkan menjadi ancaman serius bagi institusi Polri," tulis pria yang karib disapa Bamsoet kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Dia berharap Polri di bawah pimpinan Tito selalu siaga untuk mengantisipasi dan merespons serangan dari kelompok kriminal.
 
"Pesan lainnya adalah Tito ditantang untuk melumpuhkan kelompok-kelompok pelaku teror yang masih eksis di sejumlah kota. Kelompok-kelompok itu harus segera dilumpuhkan agar ledakan bom bunuh diri serupa kasus di Solo, dan ledakan bom di Sarinah serta Jakarta tidak berulang di tempat lain," papar Bamsoet.

Dua pekerjaan ini, lanjut dia, layak menjadi perhatian khusus dari kapolri karena serangan terhadap institusi kepolisian itu nyata.

Selain itu, kesiagaan dan kewaspadaan Polri pun akan memotivasi masyarakat untuk lebih peduli pada keamanan dan ketentraman lingkungannya masing-masing.

Dia pun yakin Polri di bawah kepemimpinan Tito mampu memperkecil ancaman dari para pelaku teror. Terlebih, mantan Kapolda Papua ini memiliki catatan yang lengkap dan komprehensif mengenai pergerakan kelompok-kelompok yang berpotensi melakukan serangan.
 
"Bom bunuh diri di Mapolresta Solo ibarat pesan kepada Tito bahwa kelompok pelaku teror masih eksis dan masih mampu beraksi. Masyarakat tentu berharap Tito dan perwira Polri lainnya mampu menjawab pesan itu dengan tegas dan lugas," tukas Bamsoet.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya