Ayah Tato Kepalanya untuk Dukung Anaknya yang Sakit Kanker

Ayah ini rela menato kepalanya supaya kelihatan tidak terlalu berbeda dengan anaknya yang terkena kanker.

oleh Unoviana Kartika Setia diperbarui 23 Jun 2016, 08:00 WIB
Ayah ini rela menato kepalanya supaya kelihatan tidak terlalu berbeda dengan anaknya yang terkena kanker.

Liputan6.com, Jakarta Operasi tumor otak tidak pernah mudah bagi setiap orang, apalagi bagi seorang anak. Gabriel Marshall adalah seseorang yang harus mengalaminya. Bekas luka di kepalanya setelah operasi sedikit mengganggu penampilannya. Gabriel bahkan menyebut dirinya monster yang membuat ayahnya sedih.

Mendengar itu, sang ayah, Josh Marshall, lalu berpikir untuk melakukan sesuatu. Maklum saja, ada bekas luka cukup besar di kepala Gabriel yang tertinggal setelah proses pengangkatan tumor. Hal itu membuat kepercayaan diri Gabriel turun drastis.

Untuk meningkatkan kembali kepercayaan diri anaknya, Josh melakukan langkah yang terbilang ekstrem. Ia menato kepalanya untuk mendapatkan bekas luka yang mirip dengan Gabriel.

"Aku mengatakan kepadanya (Gabriel), jika orang melihat, mereka melihat kita, bukan hanya kamu," kata Josh kepada BuzzFeed News, dikutip Kamis (23/6/2016).


Josh mengunggah fotonya bersama Gabriel untuk sebuah kontes ayah botak terbaik. Kompetisi itu diberi tagar #BestBaldDad. Ternyata langkah yang diambil Josh itu mendapat simpati dari banyak orang. Ia dinobatkan sebagai ayah terbaik.

Meski begitu, Josh tetap rendah hati. Ia menulis di laman Facebook-nya, "Aku berterima kasih kepada siapa pun yang telah mewujudkan gelar #BestBaldDad untukku. Namun, sejujurnya aku tidak lebih baik dari kontestan lain. Kita semua adalah ayah yang hebat yang akan melakukan apa pun untuk menolong anak kita. Jadi di mataku, kita semua adalah pemenang!"

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya