3 Politikus Senior Perebutkan Posisi Dewan Pakar DPP Golkar

Anggota Tim Formatur Nurdin Halid mengatakan, penyusunan struktur Dewan Pakar Golkar cukup alot terutama untuk posisi ketua.

oleh Devira Prastiwi diperbarui 27 Mei 2016, 16:30 WIB
Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono (tengah) memberikan keterangan pers di Jakarta, (22/1). Agung Laksono meminta kader Golkar fokus pada pelaksanaan musyawarah nasional yang akan digelar. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Tim formatur hingga kini masih berupaya menyusun kepengurusan Partai Golkar yang baru di bawah kepemimpinan Setya Novanto. Salah satu struktur kepengurusan yang tengah disusun adalah Dewan Pakar.

Anggota Tim Formatur Nurdin Halid mengatakan, penyusunan struktur Dewan Pakar cukup alot terutama untuk posisi ketua. Setidaknya, ada 3 orang elite Partai Golkar yang memperebutkan kursi itu.

"Ada Agung Laksono, Hajriyanto (Thohari), dan Fadel Muhammad," ungkap Nurdin ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (27/5/2016).

Ketiga nama itu merupakan politikus senior Partai Golkar. Agung Laksono dan Fadel Muhammad sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua umum, sedangkan Hajriyanto pernah menjabat Ketua DPP.

Lalu di dalam bidang pemerintahan, 3 orang itu juga pernah memiliki jabatan strategis.


Agung Laksono pernah menjadi Ketua DPR 2004-2009 dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat periode 2009-2014.

Sementara Fadel Muhammad pernah menjabat Gubernur Gorontalo 2001-2009 dan Menteri Kelautan dan Perikanan 2009 - 2011. Adapun Hajriyanto pernah menjabat Wakil Ketua MPR periode 2009-2014.

Di kesempatan ini, Nurdin menampik kabar yang menyebut proses penyusunan kepengurusan Partai Golkar telah rampung. Hal itu menyusul beredarnya daftar struktur Dewan Pakar yang diterima Liputan6.com.

Dalam daftar yang beredar tersebut, Hajriyanto ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pakar sementara posisi Wakil Ketua diduduki oleh Fadel Muhammad dan Aziz Syamsuddin. Lalu Bambang Soesatyo menempati jabatan Sekretaris Dewan Pakar.

Di dalam struktur tersebut juga memuat nama 21 anggota lainnya. "Saya enggak tahu yang beredar itu dari mana. Ngawur itu," tegas Nurdin.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya