Kisah AK Dibawa Teman Main dan Dicabuli Pengusaha Kediri

Kasus dugaan perkosaan terhadap puluhan anak-anak terjadi di Kediri, Jawa Timur, yang diduga dilakukan pengusaha Sony Sandra (SS) alias Koko

oleh Moch Harun Syah diperbarui 16 Mei 2016, 17:18 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan anak-anak terjadi di Kediri, Jawa Timur, yang diduga dilakukan pengusaha Sony Sandra (SS) alias Koko. Salah satu peristiwa perkosaan terjadi pada 2015 di salah satu hotel di Kediri.

Kini proses persidangan tengah berjalan. Pelaku Koko sudah menjadi terdakwa dan dituntut 14 tahun penjara oleh JPU atas korban AK (14). Korban AK mengaku tak terima dengan tuntutan yang diajukan JPU pada pengadilan negeri Kediri.

"Saya minta dituntut hukuman mati," ujar AK di Jakarta, Senin (16/5/2016) siang.

AK yang kini duduk di kelas 2 SMP itu pun bercerita, peristiwa perkosaan terhadap dirinya bermula ketika teman sekolahnya, IG mengajak pulang bersama. Bukannya menuju ke rumah, AK mengaku dibawa ke hotel oleh IG. Bahkan di perjalanan, IG memberikan obat yang katanya supaya tidak mengandung atau hamil. Saat itu AK baru sekolah kelas 6 SD.

"Ketemu teman main dulu, dia bilangnya minta ditemani ke hotel. Disuruh naik mobil terus jalan ke hotel. Saya disuruh minum obat di mobil supaya enggak bisa hamil. Dikasih 1 (obat) di jalan dipaksa," ungkap AK.

Setibanya di hotel, sambung AK, dirinya kembali dipaksa minum obat antihamil sebanyak 2 buah. Dan di hotel, AK juga diajarkan bagaimana cara saat bertemu orang yang akan dikenalnya nanti. AK pun mengaku setengah sadar saat itu. Sampai akhirnya tak lama pelaku Koko datang.

"Saya di hotel disuruh telanjang, di kamar ada 3 orang. Koko, saya dan IG. Di kamar hotel dikasih lagi obat," ujar dia.

Sesudah peristiwa perkosaan itu terjadi AK dibiarkan pulang sendirian, sampai akhirnya ditemukan Ibu AK, Sri di pinggir jalan.

"Saya ketemu anak saya seperti dia sudah hilang ingatan. Saya waktu itu mencari sama polisi di sana. Saya ini cuma buruh cuci. Saya juga tertekan ini masa depan anak saya ini satu-satunya," ungkap Ibu AK, Sri.

58 Korban

Sementara itu, berdasarkan catatan LSM Kekuatan Cinta Indonesia (KCI) yang ikut mendampingi korban AK, ada 58 anak telah menjadi korban perkosaan Koko. Tapi lantaran terintimidasi dan diteror, para korbannya menghilang dan hanya 5 korban yang berhasil diproses secara hukum.

"Kita data ada 58 korban. Tapi korban itu sudah ada yang pergi entah ke mana dan termasuk IG terakhir informasinya ada di Kalimantan. IG juga korban. Cuma AK ini yang saya temui karena dia punya sering kecenderungan ingin bunuh diri," beber Ketua Umum Yayasan KCI, Ibet.

"Tadinya enggak mau sekolah setelah diintimidasi dari oknum kecamatan, kelurahan, dan ada juga mengaku anggota dewan yang minta cabut laporan," imbuh dia.

Menurut Ibet, banyak modus yang juga dilakukan terdakwa Koko. Pihaknya pun menemukan korban kedua berinisial FD yang sebelum diperkosa difoto bugil. Dia mengungkapkan pelaku Koko punya cara beragam mengakali korbannya.

"Korban kedua, FD dijebak di foto bugil. Untuk korban FD sudah berkali-kali dan selalu diancam foto bugilnya disebarin. Untuk AK hanya sekali," ujar Ibet.

Terakhir, LSM KCI menyesalkan proses peradilan yang diduga kuat berjalan tidak seharusnya. Dalam persidangan tertutup, saksi korban AK justru tidak dibolehkan untuk didampingi.

Hakim dalam sidang tersebut, kata Ibet, juga diduga tidak menjalankan aturan persidangan dengan menghadirkan saksi korban di hadapan pelaku. Padahal kasus yang disidangkan adalah perkosaan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya