Bos BKPM Pamer Layanan Investasi 3 Jam ke Pejabat S&P

Kantor BKPM akhirnya mendapat giliran dikunjungi oleh delegasi lembaga pemeringkat dunia Standard and Poor's

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 12 Mei 2016, 14:46 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani memberikan keterangan terkait strategi kejar target investasi 2016, Jakarta (8/1). BKPM menyiapkan 5 langkah strategi mendukung pertumbuhan investasi tahun 2016. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Kantor Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) akhirnya mendapat giliran dikunjungi oleh delegasi lembaga pemeringkat dunia Standard and Poor's (S&P). Dalam kunjungan tersebut, delegasi S&P diajak untuk melihat suasana pelayanan yang dilakukan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang didukung oleh 22 kementerian dan instansi terkait.

Kepala BKPM‎ Franky Sibarani pun unjuk gigi untuk menunjukan investment lounge tempat di mana investor dapat memanfaatkan layanan perizinan 3 jam di BKPM.

‎Franky mengatakan, kunjungan ini memiliki arti strategis untuk meyakinkan investor global. Dia bilang, dengan pelayanan yang ada saat ini, diharapkan S&P menyebarkan kabar tersebut ke investor di seluruh dunia.

"S&P dapat memiliki peran dalam menyebarkan kabar baik yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia kepada investor di seluruh dunia. Pemerintah juga terus terbuka terhadap input maupun saran perbaikan yang diberikan oleh pihak luar,” kata dia dalam keterangan pers, Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Dalam kesempatan ini, Franky juga memaparkan langkah yang ditempuh pemerintah dalam melakukan perbaikan layanan dan ‎kemudahan untuk investor.

Adapun beberapa perbaikan yang dilakukan ialah proses deregulasi, kebijakan pro investasi, perbaikan kemudahan berusaha, kemudian reformasi birokrasi terdiri dari PTSP, izin investasi 3 jam, kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK) serta percepatan serta jalur hijau.

Tak sekadar itu, BKPM juga membuat desk khusus Tiongkok sebagai tempat pelayanan prioritas investasi.

“Harapannya dengan memberikan informasi yang komprehensif dan utuh terhadap S&P dapat membantu mereka untuk memberikan assessment terhadap kondisi terkini rating Indonesia. Rating ini penting karena menyangkut resiko yang biasanya dihitung secara rigid oleh investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia,” jelas dia.

Hadir dalam kunjungan tersebut Main Director of Sovereign Ratings‎ Kyan Curry, Analytical Manager S&P Anna Hughes , Associate Director Sovereign&International Public Finance Ratings Yefran Phua, Economist Asia Pacific S&P Vincent Conti dan Director Public Sector and Development Organizations, Corporate & Institutional Client, ASEAN, Standard Chartered Bank Scott Wong.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya