Konsumsi Pertamax di Jawa Bagian Barat Naik 20 Persen

Untuk konsumsi Premium, mengalami kenaikan sebesar 2 persen dari 17.600 KL per hari.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 09 Mei 2016, 19:53 WIB
Petugas mengisi BBM jenis solar di SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (8/10/2015). Pemerintah menurunkan harga solar dari Rp 6.900/liter menjadi Rp.6.700/liter. Harga baru itu akan berlaku mulai Jumat, 9 Oktober mendatang. (Liputan6.com/Angga

Liputan6.com, Jakarta - Konsumsi Pertalite dan Pertamax di wilayah Jawa Bagian Barat naik hampir 20 persen dalam sepekan terakhir. Pendorong kenaikan tersebut adalah aktivitas bepergian ke luar kota dari pengguna kendaraan karena adanya libur panjang. 

General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III, Jumali menjelaskan, konsumsi Pertalite dan Pertamax pada libur panjang terkait Isra Mi’raj dan Kenaikan Isa Almasih kemarin naik hampir 20 persen dari total rata-rata penyaluran harian (daily off take/DOT)

Hingga Minggu (8/5/2016), rata-rata konsumsi Pertalite selama arus libur panjang tercatat 3.780 Kilo Liter (KL) per hari, atau bertambah 19 persen dari total rata-rata penyaluran harian sebesar 3.160 KL.

Sedangkan konsumsi rata-rata Pertamax hingga hari yang sama juga bertambah sekitar 11 persen mencapai 5.350 KL per hari dibandingkan total rata-rata penyaluran harian sekitar 4.800 KL.

"Penyaluran Pertamax bahkan sempat tembus 5.900 KL pada H-1 masa libur," tuturJumali, diJakarta, Senin (9/5/2016).

Untuk konsumsi Premium, mengalami kenaikan sebesar 2 persen dari 17.600 KL per hari. Adapun, Solar hanya terserap 88 persen atau sekitar 7.550 KL dari total rata-rata penyaluran harian sebesar 8.560 KL.

“Peningkatan konsumsi untuk produk Pertamax Series dan Pertalite sudah kami antisipasi dengan penambahan penyaluran setiap harinya. Terbukti pasokan BBM selama liburan tergolong aman,” ungkap Jumali.

Pertamina selalu fokus pada pemenuhan stok di seluruh SPBU, khususnya di jalur-jalur yang diperkirakan akan mengalami lonjakan kendaraan selama liburan panjang, seperti tol Cipularang dan Cipali.

Sebelumnya pada Minggu, 7 Mei 2016, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro mengatakan, rata-rata konsumsi Pertalite selama arus keberangkatan tercatat di atas 9.000 kilo liter (KL) per hari, atau meningkat 30 persen dari total rata-rata penyaluran harian sebesar 6.950 KL.

Sementara konsumsi rata-rata Pertamax hingga hari yang sama juga bertambah sekitar 30 persen mencapai lebih dari 12.800 KL per hari dibandingkan total rata-rata penyaluran harian sekitar 9.750 KL. "Penyaluran Pertamax bahkan sempat tembus 14.000 KL pada H-1 masa libur," ujar dia.

Untuk konsumsi Premium, masih stabil di kisaran 72.000 KL per hari. Sedangkan Solar hanya terserap 86 persen atau sekitar 30.091 KL dari total rata-rata penyaluran harian sebesar 35.173 KL. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya