Calon Ketum Golkar Diharapkan Tak Bermasalah dengan Jokowi-JK

Mulai saat ini, kata Dadang, calon ketum Golkar harus berkomunikasi baik dengan pemerintah.

oleh Taufiqurrohman diperbarui 12 Apr 2016, 11:51 WIB
Sejumlah kader Golkar menghadiri acara deklarasi Ade Komarudin sebagai bakal calon Ketua Umum Partai Golkar di kota Yogyakarta, Jumat (11/3). Ade membacakan lima poin ikrar yang disebutnya sebagai ikrar Pancakarsa. (Foto: Boy Harjanto)

Liputan6.com, Jakarta - Partai Golkar akan mengadakan musyawarah luar biasa (Munaslub) untuk mengakhiri konflik dualisme kepemimpinan pada 7-8 Mei 2016 di Bali. Beberapa bakal calon ketum partai beringin pun sudah mendeklarasikan diri.

Politikus Golkar Dadang S Mochtar menyatakan, semua bakal calon ketum Golkar sejauh ini memiliki potensi di bidangnya masing-masing. Namun, ia menyarankan agar para calon tersebut memiliki kredibilitas yang baik di mata pemerintahan Jokowi-JK.

"Semua calon potesial. Hanya nanti bagaimana forum yang otoritas memilih. Harapan saya, calon ketum Golkar adalah orang yang tidak dimusuhi dan dibenci pemerintah," kata Dadang S Mochtar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Anggota Komisi II DPR ini beralasan, jika caketum Golkar tidak akur dengan pemerintah, bukan tidak mungkin partainya akan selalu berseberangan ‎dengan kebijakan pemerintah. Selain itu, Golkar juga akan jadi 'bulan-bulanan' pemerintah dan rakyat.

"Yang berkolega dengan pemerintah, alasannya kalau tidak ya digebukin terus nanti Golkar ini.
Minimal yang punya pangkat dan jabatan yang bisa berkomunikasi, berkoordinasi dan bermacam-macam dengan pemerintah," ujar dia.

Dia berharap, para calon ketum Golkar mulai sekarang berkomunikasi baik dengan pemerintah Jokowi-JK. "Jangan sampai ada calon Golkar yang terus digebuki pemerintah. Karena kita harus bersinambung dengan pemerintah," Dadang S Mochtar menandaskan.

‎Sejauh ini, beberapa bakal calon Ketua Umum Partai Golkar‎ yang sudah menyatakan diri siap bertarung adalah Airlangga Hartanto, Ade Komaruddin, Aziz Syamsuddin, Mahyudin, dan Setya Novanto.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya