Pekan Kedua Uji Bebas 3 in 1, Jalan Protokol di DKI Makin Macet

Meski jumlah personel kepolisian yang bertugas di lapangan ditambah, kemacetan pada perpanjangan uji coba penghapusan 3 in 1 sulit diurai.

oleh Nafiysul Qodar diperbarui 12 Apr 2016, 08:44 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang uji coba penghapusan 3 in 1 hingga 13 April 2016. (Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memperpanjang uji coba penghapusan aturan 3 in 1. Pekan kedua pelaksanaan uji coba, arus lalu lintas di beberapa jalan protokol di Ibu Kota semakin padat.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan, uji coba penghapusan aturan 3 in 1 diperpanjang hingga 13 April 2016. Berdasarkan pantauan dan data di lapangan, selama uji coba, arus lalu lintas di jalan protokol semakin padat.

"Dari hari ke hari uji coba, arus lalu lintas semakin macet," ucap Budiyanto saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Kemacetan, kata dia, sudah mulai terlihat sejak pukul 06.30 WIB.‎ Meski jumlah personel kepolisian yang bertugas di lapangan ditambah, kemacetan sulit diurai. Ini akibat dari peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan sejak pagi.

"Biasanya kemacetan selama uji coba penghapusan 3 in 1 bertahan sampai sekitar jam 10.00 WIB. Ini kan berbarengan dengan orang berangkat kerja," tutur Budiyanto.

Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas di beberapa jalan protokol seperti Jalan Gatot Soebroto dan Jalan ‎Jenderal Sudirman mulai padat sejak pagi.

Pada pukul 06.30 WIB, kendaraan yang melintas didominasi mobil dan bus. Sementara pukul 07.30 WIB, kendaraan roda 2 mulai memadati jalan protokol di sekitar persimpangan jembatan Semanggi.

Beberapa petugas Satgatur Ditlantas Polda Metro Jaya sibuk mengurai kemacetan di sekitar persimpangan jembatan Semanggi. Arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau ramai lancar. Namun kemacetan parah terlihat mengular di belakangnya.

"Di perempatan Kuningan, lalu lintas sudah mulai padat. Di Bundaran Senayan juga sudah semakin padat," ucap Budiyanto.

Hal senada juga disampaikan salah satu petugas Satgatur Ditlantas Polda Metro Jaya yang tengah bertugas di jembatan Semanggi. Polwan berpangkat brigadir polisi satu (briptu) ‎yang enggan disebut namanya itu mengaku kemacetan selama uji bebas 3 in 1 ini semakin parah.

"Kalau dibandingkan dengan kemarin, hari ini kemacetan terlihat semakin parah. Sebenarnya kan ada 3 in 1 saja macet. Apalagi enggak ada," ucap dia.

Bahkan pukul 09.30 WIB, lalu lintas di beberapa titik ‎jalan protokol macet total akibat meningkatnya volume kendaraan. "Misalnya dari arah Jalan MH Thamrin-Jenderal Sudirman, biasanya di Dukuh Atas itu stuck nggak bergerak," terang Polwan itu.

Uji coba penghapusan ‎3 in 1 ini, kata dia, bermula dari maraknya aksi joki yang kerap mengeksploitasi anak. Namun imbasnya, lonjakan jumlah kendaraan yang melintas di jalan protokol semakin tak terkontrol.

"Padahal ini seharusnya kan bisa diatasi oleh Dinas Sosial dan Satpol PP DKI. Dulu selama diterapkan 3 in 1, kita juga ikut bantu ngawasi kok," tutur dia.

Bahkan sang polwan kerap berhasil mengusir keberadaan joki 3 in 1. Ia juga tak segan-segan melakukan penindakan tegas mobil yang kedapatan menggunakan jasa 3 in 1.

"Saya sampai pernah nabrakin mobil Serena gara-gara dia naikin joki sebelum masuk jalur 3 in 1. Saya juga sering nilang mereka. Nggak ada ampun pokoknya," pungkas Polwan berusia kisaran 30 tahun itu.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya