Bersendawa di Tempat Umum, Pria Ini Didenda 1 Juta Rupiah

Bersendawa terlalu keras di tempat umum, seorang pria di Wina, Austria didenda Rp 1 juta karena dianggap mengganggu ketenangan.

oleh Alexander Lumbantobing diperbarui 24 Feb 2016, 16:30 WIB
Kutipan surat denda Rp 1 juta karena bersendawa terlalu keras. (Sumber laman Facebook milik Edin Mehic)

Liputan6.com, Vienna - Jangan sembarangan bersendawa. Mungkin saja sendawa dipandang sebagai tanda kepuasan makanan atau mungkin juga masuk angin, tapi polisi di Wina, Austria, memiliki pandangan yang berbeda.

Dikutip dari The Local, Rabu (24/2/2016), seorang pramusaji yang sedang membeli kebab dikenakan denda karena bersendawa terlalu keras.

Polisi mendengar sendawa tersebut dan mengatakan bahwa tindakannya mengganggu ketenangan. Ia dikenakan denda sebesar 70 euro-- atau lebih dari Rp 1 juta.

Kejadian di kawasan Praterstern di ibukota Austria itu kemudian jadi viral setelah Edin Mehic mengunggah salinan laporan dari kepolisian ke laman Facebook-nya.

"Saya tahu di saat-saat seperti sekarang ini kehadiran polisi di jalanan sedang ramai untuk menanggapi kejahatan, tapi menghukum orang yang sendawa sepertinya agak berlebihan."

“Insiden itu terjadi pada hari Minggu dan saya sedang jalan-jalan di taman, kemudian merasa lapar. Saya pesan kebab dengan banyak bumbu bawang.”

Pemuda ini dikenakan denda Rp 1 juta karena bersendawa terlalu keras di taman umum di kota Wina. (Sumber The Local dan welt.de)

Pria itu mengatakan ia terkejut ketika ditegur seorang polisi dengan menepuk bahunya setelah bersendawa. Namun, ia merasa ebih terkejut ketika ia dikenakan denda.

“Saya bahkan tidak mengetahui keberadaan petugas itu sampai ia menepuk bahu saya,” ungkapnya.

"Sepertinya kawasan itu tak seburuk seperti yang dilaporkan dalam surat kabar, nyatanya mereka bisa meluangkan waktu untuk mengincar orang bersendawa., berarti tidak ada hal buruk yang cukup parah untuk dikhawatirkan," lanjutnya.

Edin, mengungkapkan ketika itu ia berjarak setidaknya 20 meter dari polisi ketika bersendawa dan tak bisa terdengar sejauh itu.

Pemuda berusia 27 tahun itu sudah mempercayakan masalah ini kepada pengacaranya, Heinz Robathin, yang mengatakan.

“Ini hanya masalah sudut pandang seseorang. Jika klien saya melakukan itu di opera atau teater, saya bisa mengerti kalau ada yang keberatan.”

 “Tapi aku tak pernah menyangka hal itu terjadi di Praterstern, di mana setiap hari ada pengedar narkoba dan orang-orang lain sejenisnya berlalu-lalang. Sebetulnya, bersendawa di muka umum bukan hal yang jarang di sana. Hal ini merupakan penyalahgunaan wewenang polisi.”

Setelah debat berkepanjangan di dunia maya tentang peristiwa tersebut, sekelompok orang pada hari Sabtu, 27 Februari 2016, berencana untuk minum soda dan makan kebab di sana, lalu mereka akan bersendawa bersama-sama. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya