Pabrik Kimia Dekat Pelabuhan Merak Meledak, 1 Tewas 4 Kritis

Ledakan di pabrik diduga terjadi saat proses bongkar muat barang dari mobil ke dalam tangki penyimpanan bahan kimia.

oleh Yandhi Deslatama diperbarui 18 Feb 2016, 21:46 WIB
Pabrik bahan kimia meledak di Kota Cilegon, Banten. (Yandhi Deslatama/Liputan6.com)

Liputan6.com, Cilegon - Asap hitam pekat membubung tinggi terlihat di sebuah pabrik di Kota Cilegon, Banten. Ternyata, asap hitam itu berasal dari pabrik bahan kimia milik PT Dover Chemival yang meledak Kamis sore tadi sekitar pukul 16.30 WIB.

"Lima orang yang kami larikan ke rumah sakit terdekat," kata Manajer Humas PT Dover Chemical, Dade Suparna di Kota Cilegon, Kamis (18/2/2016).

Pabrik yang berlokasi di Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon ini diduga meledak saat terjadi proses bongkar muat barang dari mobil ke dalam tangki penyimpanan bahan kimia. Akibatnya, 4 karyawan dikabarkan kritis dan 1 orang meninggal dunia.

"Mengenai kondisi korban, kami belum mengetahui kondisinya," beber Dade.

Kepulan asap hitam membubung tinggi dari dalam tangki penyimpanan bahan kimia. Para pekerja dan warga sekitar berhamburan mencari tempat aman yang berlokasi di SDN Sumur Wulu 3, Kecamatan Gerem, Kota Cilegon.

Pabrik bahan kimia meledak di Kota Cilegon, Banten. (Yandhi Deslatama/Liputan6.com)

"Menurut saya, tempat evakuasi tsunami ini, merupakan tempat yang paling aman," ujar Amrullah, salah seorang warga Sumur Wuluh, Kecamatan Gerem.

Awak media yang meliput pun tak luput dari rasa sesak napas dan pusing. Sebab, mereka menghirup gas kimia yang diduga keluar dari tangki penyimpanan bahan kimia dari pabrik yang tak jauh dari Pelabuhan Merak ini.

"Enggak kuat, pusing sama sesak ini napasnya. Bau banget," kata Adib Fahri, salah satu wartawan media cetak di Banten, saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis.

Hingga kini, proses evakuasi lokasi ledakan masih terus berlangsung. Mobil pemadam kebakaran masih terus berdatangan. Ratusan warga pun kini berada di tempat evakuasi tsunami yang berlokasi di SDN Sumur Wuluh 3.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya