Beratap Terbuka Saat Hujan, Sopir Porsche Pakai Payung

Ia menggunakan payung sembari berkendara ketika cuaca hujan di Jenewa.

oleh Yongki Sanjaya diperbarui 27 Jan 2016, 07:04 WIB
Ia menggunakan payung sembari berkendara ketika cuaca hujan di Jenewa.

Liputan6.com, Jenewa - Hujan menjadi lawan pengemudi mobil beratap terbuka. Sebab, pengemudi tetap harus menutup atap berjenis soft-top kala hujan turun.

Seiring perkembangan teknologi, atap mobil dapat menutup secara otomatis sembari mobil berjalan. Segala kemudahan pada mobil modern ternyata tidak dimanfaatkan oleh pengemudi Porsche 911 Cabriolet di Swiss yang satu ini.

Sebagaima dikabarkan Autoevolution, ia kedapatan menggunakan payung sembari berkendara ketika cuaca hujan di Jenewa, Ibu Kota Swiss. Foto aksi konyol pengemudi ini beredar secara viral pada jejaring sosial Reddit.

Bisa jadi ia tidak tahu bagaimana cara menutup atap terpal atau posisi tombol penutup di mobil sport asal Jerman itu. Cara menutup atap soft-top pada Porsche 911 Cabriolet begitu mudah karena serba otomatis, jika dibandingkan Lamborghini Murcielago Roadster yang tidak praktis karena dipasang secara manual dan harus dilakukan oleh dua orang.

Menurut kabar, ulah pengemudi yang sengaja berpayung saat turun hujan membuat Porsche 911 Cabriolet ini mengalami kerusakan. Atap yang dibiarkan terbuka membuat air hujan membasahi perangkat elektronik yang ada di interior Porsche 911 Cabriolet.

Ada dua penyebab utama mengapa atap mobil convertible atau cabriolet tidak bisa menutup. Curah hujan yang sangat deras dan turbulensi udara akibat mobil melaju lebih dari 60 km/jam membuat atap otomatis sulit ditutup.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya