Heboh 'Berlian' Turun dari Langit di Hong Kong

Melihat kilauannya, seorang perempuan lantas berteriak, 'Berlian!", dalam Bahasa Mandarin. Kericuhan pun tak bisa dielak.

oleh Elin Yunita Kristanti diperbarui 28 Nov 2015, 20:00 WIB
'Hujan berlian' hebohkan warga Hong Kong (Apple Daily)

Liputan6.com, Hong Kong - Langit sudah gelap, Rabu 25 November 2015. Sekitar pukul 20.40 benda berukuran kecil berkilauan turun dari langit. Bak hujan, butiran-butiran itu berjatuhan di Nathan Road di Tsim Sha Tsui, Hong Kong.

Melihat kilauannya, seorang perempuan lantas berteriak, 'Berlian!", dalam Bahasa Mandarin.

Kepanikan pun melanda. Para pejalan kaki ramai-ramai mencari dan memunguti. Berebut mendapatkan buliran 'batu berharga' itu.

Di antara mereka ada pria yang memegang sejumlah brosur, juga turis yang baru selesai makan di restoran sekitar. Mereka membungkuk bahkan berlutut mencari. Pada puncaknya, ada sekitar 50 orang berdesakan di atas trotoar.

Beberapa bahkan nekat menerobos pagar pembatas jalan raya, demi memungut bulir-bulir itu dari atas aspal.

Puluhan orang berebut butiran mirip berlian yang jatuh dari langit, sejumlah orang bahkan nekat menerobos pagar (Apple Daily)


Wartawan pun berdatangan, mengabadikan fenomena misterius itu. Pun dengan polisi yang segera mengamankan lokasi.

Berdasarkan investigasi, pihak aparat mengatakan, 'berlian' tersebut sejatinya adalah plastik. Meski demikian, tak diketahui mengapa ia jatuh di sana.

Sementara, sebuah toko perhiasan mengatakan, butiran itu bukan berlian, namun diduga batu hiasan biasa.

Butiran kecil mirip kristal berjatuhan dari langit Hong Kong (Apple Daily)

 

Seorang saksi mata, Leung kepada Apple Dailu mengatakan, awalnya hanya sekitar 10 orang yang mencari. Kemudian, kerumunan makin besar.

Ia meyakini, kebanyakan dari mereka diduga adalah turis dari Tiongkok. "Mereka berhasil mengumpulkan segenggam penuh, lalu berlalu dari lokasi," kata dia seperti dikutip dari Shanghaiist, Sabtu (28/11/2015).

Sejumlah butiran mirip kristal itu terjebak di antara ubin trotoar. Segala cara dilakukan orang untuk mengambilnya. Menggunakan pena atau mengerahkan jari-jari mereka untuk mencukilnya.



Leung mengaku tak ikut-ikutan. "Warga Hong Kong seharusnya belajar dari masa lalu," kata dia seperti dikutip dari Hong Kong Free Press.

Sebelumnya, pada malam Natal tahun lalu, orang-orang memungut uang kertas yang tumpah dari mobil pengangkut. Mereka yang ketahuan mengambil uang tersebut untuk diri sendiri kemudian dicari, diburu, didenda, bahkan ditahan.

Polisi menegaskan, barang siapa menemukan benda milik orang lain, harus segera menyerahkan kepada polisi. (Ein/Rmn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya