Pemda Yogya Perlu Segera Pindahkan Bandara ke Kulonprogo

Bandara Adisucipto disarankan fokus untuk latihan TNI Angkatan Udara.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 26 Nov 2015, 19:16 WIB
Suasana Bandara Adisucipto, Yogyakarta. (adisutjipto-airport.co.id)

Liputan6.com, Jakarta - Bandara Internasional Adisucipto, Yogyakarta disebut-sebut merupakan bandara paling buruk di Republik Indonesia karena infrastruktur yang kurang memadai. Pemerintah didesak untuk segera memindahkan bandara tersebut ke bandara Kulonprogo.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Tony Prasetyantono menyampaikan hal itu usai menghadiri Kompas CEO Forum di Jakarta Convention Centre (JCC), Kamis (26/11/2015).

"Di mana-mana bandara sudah banyak yang bagus, kecuali di Yogyakarta. Bandara terburuk di Indonesia menurut saya adalah di Yogyakarta. Banyak masalah saya tahu persis, karena Pak Sultan pusing untuk segera membangun bandara. Mau ke Jakarta saja harus bangun jam 3 pagi untuk flight pertama," jelas dia.

Ia beralasan, penumpang yang datang dan pergi melalui bandara Adisucipto di Yogyakarta mencapai lebih dari 5 juta per tahun. Tapi sayang, Ia menuturkan, infrastruktur di bandara tersebut kedodoran. Parahnya lagi jarak landasan pacu (runway) pendek.

Solusinya, Prasetyantono mengaku, pemerintah daerah Yogyakarta harus segera merelokasi bandara Adisucipto ke bandara Kulonprogo sesuai dengan kajian. Targetnya tuntas pada 2020. Sementara bandara Adisucipto difokuskan untuk latihan TNI Angkatan Udara.

"Mau tidak mau harus segera pindah lokasi. Yang itu (Adisucipto) dipakai untuk TNI AU karena kita suka rebutan. Penumpang sering mengalami delay gara-gara bandara dipakai latihan TNI AU kapan pun. Jadi sudah ada kajian target relokasi 2020, tapi Gubernur Yogya maunya lebih cepat ke Kulonprogo," jelas Prasetyantono. (Fik/Ahm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya