Ahok: Solusi Tangkal Kriminal, JPO Harus Pasang CCTV

Seorang karyawati, RJ dirampok dan diperkosa di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 25 Nov 2015, 09:41 WIB
Suasana Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Thamrin, Jakarta, Jumat (20/11). Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama akan menghilangkan JPO di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang karyawati, RJ dirampok dan dilecehkan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Peristiwa ini menambah kekhawatiran soal keamanan di tempat-tempat fasilitas umum ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku sudah mendengar kabar itu. Baginya, untuk menanggulangi aksi kriminal tidak ada solusi lain selain memasang CCTV di setiap tempat, termasuk JPO.

"Makanya satu-satunya solusi seperti itu. Kita pasang CCTV, polisi monitor, di kelurahan juga (monitor). Itu saja sudah," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta, Rabu (25/11/2015).

Selain memasang CCTV, sambung dia, setiap JPO seharusnya lebih terbuka. Sehingga kondisi JPO bisa terpantau dari bawah jembatan.

"Semalam sudah saya instruksikan semua JPO harus terbuka, seperti yang di bundaran HI, harus ada CCTV untuk daerah rawan dan harus lampunya terang benderang. Itu syarat," tambah Ahok.

Sejauh ini, upaya untuk memperbaiki JPO di Jakarta tengah dilakukan. Ahok ingin pembangunan maupun revitalisasi JPO melalui proses lelang sehingga ada tanggung jawab pengembang.

"JPO-JPO kita mau lelang. Mau lelang keluar supaya ada iklan, termasuk halte," pungkas Ahok. (Ndy/Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya