Pengusaha Harap Tol Laut Berorientasi Bisnis

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan Yugi Prayanto mengatakan, peluncuran tol laut adalah bukti komitmen pemerintah.

oleh Septian Deny diperbarui 05 Nov 2015, 08:00 WIB
Tol laut. (Foto: Ilyas Istianur/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah meresmikan peluncuran tol laut yang menjadi janji kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat pemilihan presiden (pilpres) tahun lalu.

Peluncuran tol laut ini mendapat sambutan dari pengusaha, khususnya yang terkait dengan sektor kelautan. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan Yugi Prayanto mengatakan, peluncuran ini membuktikan pemerintah menepati janjinya soal tol laut tersebut.

"Ini janji kampanye yang harus dipenuhi. Kami mendukung. Ini jadi program pemerintah sehingga Menteri Kemaritiman, Menteri Perdagangan, Menteri Perhubungan harus mengimplementasikan programnya Pak Jokowi yang tol laut ini," ujar Yugi saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu 4 November 2015.

Namun dia menyatakan, pemberian subsidi pada tahap awal pengoperasian tol laut ini diharapkan hanya berlangsung sementara. Sebagai program perintis, pemerintah boleh saja memberikan subsidi.

"Itu ada 6 trayek untuk bawa bahan baku. Cuma masih disubsidi Rp 30 miliar. Ini belum bisnis tapi benar-benar perintis. Pemerintah hitung biaya BBM-nya bolak-balik berapa," kata dia.

Dia berharap, ke depannya pengoperasian Tol Laut bukan hanya bergantung pada subsidi pemerintah saja. Oleh sebab itu, jika sudah berjalan untuk beberapa waktu, pemerintah juga harus memikirkan aspek bisnisnya sehingga juga membawa untung yang bisa digunakan untuk mengembangkan rute-rutenya.

"Kalau yang benar harusnya hitungan bisnis biar mondar-mandir ke sana itu making money. Misalnya bawa semen, biar murah dari sana bawa produk perikanan yang sudah di-frozen dan sebagainya. Ke depan harus ada pemikiran bisnis. Sebab, mau berapa banyak uang yang dialokasikan untuk subsidi?" ujar Yugi. (Dny/Ahm)*

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya