India Buka 368 Lowongan PNS Bersyarat Bisa Naik Sepeda

Dengan jumlah yang melamar sampai jutaan, maka perkiraannya adalah 6.250 calon bertarung untuk memperebutkan satu lowongan.

oleh Tanti Yulianingsih diperbarui 18 Sep 2015, 11:27 WIB
Dengan jumlah yang melamar sampai jutaan, maka perkiraannya adalah 6.250 calon bertarung untuk memperebutkan satu lowongan.

Liputan6.com, New Delhi - Pemerintah negara bagian India yang memiliki penduduk terbanyak, Uttar Pradesh, mengaku kewalahan menerima lamaran 2,3 juta orang untuk mengisi posisi 368 pegawai negeri sipil (PNS) tingkat rendah.

Di antara syaratnya untuk melamarnya antara lain adalah tamat Sekolah Dasar (SD) dan bisa naik sepeda.

Namun puluhan ribu tamatan universitas dan ratusan yang memiliki gelar doktor ikut juga melamar, guna mendapatkan pekerjaan dengan gaji 16.000 rupee atau sekitar Rp 3,5 juta per bulan.

Dengan jumlah yang melamar sampai jutaan, maka perkiraannya adalah 6.250 calon bertarung untuk memperebutkan satu lowongan.

Seorang pejabat mengatakan diperlukan waktu 4 tahun untuk mewawancarai semua pelamar, termasuk 255 orang yang bergelar PhD dan 152.000 tamatan universitas.

"Para calon hanya bisa diinterview dan perkiraan saya semua proses itu sedikitnya memerlukan waktu 4 tahun untuk menyelesaikannya, bahkan jika ada 10 panel yang mewawancarai 200 calon sehari dengan 25 hari dalam satu bulan," jelas Prabhat Mittal kepada wartawan BBC Hindi, Atul Chandra yang dikutip Jumat (18/9/2015).

Tingkat pengangguran tercatat tinggi di Uttar Pradesh, dengan perkiraan puluhan juta orang menganggur dari total penduduk 215 juta jiwa di negara bagian itu.

Penerimaan pegawai negeri di India biasanya menarik perhatian besar dari para warga. Pengangguran merupakan tantangan besar di Uttar Pradesh.

Diperkirakan negara dengan populasi 215 juta itu memiliki 13,2 juta kaum muda menganggur pada 2017.

Perekrutan pegawai pemerintah telah menarik tanggapan besar di bagian lain dari India, juga.

Awal tahun ini, beberapa orang terluka dalam desak-desakan ketika ribuan orang hendak bergabung dengan tentara India di selatan kota Visakhapatnam. Pada tahun 2010, 1 orang tewas dan 11 lainnya luka-luka ketika lebih dari 10.000 kandidat berkumpul untuk bergabung polisi di Mumbai.

Dan pada tahun 1999, pemerintah di negara bagian Bengal Barat dibanjiri tanggapan ketika mereka mengiklankan 281 pekerjaan dan menerima hampir satu juta aplikasi. (Tnt/Rie)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya