Buka Wisata Balaikota, Ahok Mendadak Jadi 'Guide'

Setelah menuju ke ruang tamu, Ahok kemudian menunjukkan ruang kerjanya kepada warga.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 12 Sep 2015, 16:37 WIB
Ahok buka wisata Balaikota DKI Jakarta. (Liputan6.com/Luqman Rimadi)

Liputan6.com, Jakarta - Usai meresmikan program wisata Balaikota, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengajak warga berkeliling ke beberapa ruangan yang dibuka untuk wisatawan ke Balaikota. Layakya guide atau pemandu wisata, dia mengajak warga berkeliling Balaikota sambil menjelaskan fungsi tiap-tiap ruangan.

Tempat pertama yang dituju Ahok yaitu ruang transit tamu yang berada di bagian depan. Ruang ini merupakan ruang transit tempat menunggu tamu kedinasan. Para tamu yang akan menemui gubernur maupun wakil gubernur juga menunggu di ruang tersebut.

Setelah menuju ke ruang tamu, Ahok kemudian menunjukkan ruang kerjanya kepada warga. Namun, dia tidak membuka pintu ruang kerjanya. "Kalau ini ruang kerja saya, setiap hari saya di sini," ucap dia kepada warga.

Dari situ, Ahok memperlihatkan ruang galeri, tempat dipajangnya foto-foto gubernur yang pernah memimpin Ibukota. Dia sempat menjelaskan beberapa riwayat gubernur. Di antaranya Ali Sadikin, Henk Ngantung, Fauzi Bowo, dan terakhir Joko Widodo yang saat ini menjabat sebagai Presiden RI.

"Di sini bapak ibu bisa lihat gubernur DKI dari yang pertama, Bapak Suwirjo sampai Pak Jokowi," kata Ahok.

Dari ruang galeri, pria yang mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak biru dan putih itu, kemudian menunjukkan ruangan Tim Pembebasan Urusan Tanah (TPUT). Di ruang inilah, Ahok bersama jajarannya biasa rapat koordinasi memutuskan berbagai kebijakan terkait urusan pembesaran lahan atau tanah.

Ahok kemudian mengajak warga melihat ruang Balairung atau ruang serbaguna, untuk memfasilitasi berbagai acara Pemprov DKI Jakarta dan tempat memajang program-program pemerintah. Di ruang ini, warga bisa melihat koleksi replika Al Quran raksasa Mushaf Jakarta, yang telah dipajang sejak 2002, saat Jakarta masih dipimpin Sutiyoso.

Terakhir, Ahok mengajak warga melihat ruang utama Balaikota, yaitu ruang Balaiagung. Ruang pertemuan yang cukup megah itu, biasa digunakan orang nomor satu di Jakarta untuk melakukan pertemuan berskala besar, dan menjadi lokasi pelantikan para pejabat-pejabat DKI.

Seorang warga bernama Joseph Mario menyambut positif pembukaan wisata Balaikota bagi publik. Menurut dia, selain menjadi sarana hiburan bagi warga, program Wisata Balaikota dapat menjadi sarana bagi Pemprov DKI untuk mensosialisasian berbagai program pemerintah.

"Ini bagus sekali menurut saya. Kita jadi tahu tempat kerja gubernur kita seperti apa. Dan tentu dengan ada ini kita jadi tahu, oh ternyata Pemprov itu punya portal khusus seperti Qlue yang fungsinya menjadi tempat warga mengadukan berbagai permasalahan," kata dia.

Joseph yang datang bersama istri dan anak balitanya itu berharap, keberadaan objek wisata Balikota dapat menjadi sarana hiburan yang menarik bagi warga Jakarta khususnya.

"Ya tentu ini kan selain mengisi libur, juga bisa jadi sarana edukasi ya, khususnya warga Jakarta. Anak-anak jadi tahu siapa saja gubernur DKI, sebelumnya ada Pak Fauzi Bowo, ada Pak Jokowi, Pak Ahok, bagus menurut saya," ujar dia.  

Joseph juga berharap, Ahok tidak hanya membuka akses bagi warga di Balaikota, namun juga melengkapi berbagai fasilitas umum lainnya, seperti akses internet bagi warga yang berkunjung.

"Kalau bisa ada Wifi-nya, lalu juga pohon-pohonan, ada cinderamata yang bisa menjadi oleh-oleh bagi warga yang datang," pungkas Joseph. (Rmn/Sun)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya