Ahok: yang Lamban Kerja, Pejabat DKI Harus Kita Ganti

Ahok mengklaim bahwa cuci gudang pejabat tidak akan mempengaruhi kinerja Pemprov DKI.

oleh Oscar Ferri diperbarui 07 Sep 2015, 05:25 WIB
Ahok temui warga dan Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi. (Liputan6.com/Ahmad Romadoni)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok melantik 327 pejabat baru di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI. Pelantikan itu disebut-sebut sebagai aksi 'cuci gudang' pejabat di Pemprov DKI yang dilakukan Ahok‎.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, bahwa 'cuci gudang' pejabat itu tidak akan mempengaruhi situasi Pemprov DKI. Kinerja Pemprov akan tetap stabil.

"Enggak dong," ucap Ahok di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (6/9/2015).

Ahok mengaku, aksi 'cuci gudang' ratusan pejabat dilakukan tidak dengan mendadak. Pihaknya sudah melakukan evaluasi kinerja para pejabat Pemprov DKI selama ini. Baginya, siapa pun yang bekerja tidak sesuai kapasitas dan kapabilitas yang diinginkan harus diganti.

"Kita kan bukan ganti orang lama. Orang-orang ini yang sudah kita evaluasi. Kita ganti bertahap. Mau tidak mau kalau yang sudah lamban harus kita ganti‎," ucap Ahok.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melantik 327 pejabat baru di Pemprov ‎DKI Jakarta, Jumat 4 September 2015 lalu‎. Pergantian pejabat ini merupakan yang keempat kalinya selama 2015.‎ Pelantikan kali ini melibatkan pejabat eselon II, III, dan IV.

Ahok ingin seluruh pejabat baru tidak ada lagi yang berusaha untuk bermain-main dengan jabatan. Mantan Bupati Belitung Timur itu tidak segan mengganti dan melantik pejabat baru lagi di DKI Jakarta.‎ (Ali/Nda)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya