Ahok Kepincut Cara Rotterdam Kelola Air dan Pelabuhan

Permasalahan banjir sangat penting karena Jakarta banyak bersinggungan dengan permasalahan air.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 24 Agu 2015, 17:22 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bertemu Walikota Rotterdam, Belanda, Ahmed Aboutaleb. Keduanya terlibat pembicaraaan mendalam perihal pemanfaatan wilayah laut Jakarta dan pengembangan pelabuhan untuk pusat logistik.

Usai pertemuan itu, Ahok merasa sangat cocok dengan konsep pemanfaatan air yang diterapkan Rotterdam. Dia menilai, Jakarta punya keuntungan sendiri belajar dari negara maju yang sudah mengembangkan berbagai teknolgi lebih dulu.

"Kita untung, ada keunggulan dari negara berkembang adalah kita enggak perlu melalui suatu proses belajar trial and error. Dan mereka sudah pakai teknologi yang terakhir," kata Ahok di Balaikota, Jakarta, Senin (24/8/2015).

Menurut Ahok, Rotterdam punya pengalaman panjang dalam menangani banjir dan mengelola air dengan baik di kotanya. Hal itulah yang akan dicontoh oleh DKI.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, kerja sama nantinya akan melibatkan PT Pelindo II untuk perluasan Pelabuhan Tanjung Priok dan menjadikan pelabuhan terbesar di Indonesia. Sebab, tidak mungkin membangun pelabuhan baru di lokasi yang sama dan fungsi yang sama karena justru akan menimbulkan persaingan baru.

"Jadi konsepnya Tanjung Priok jika mau lebih dalam lagi ya reklamasi seperti Rotterdam. Nah itu yang kita mau tawarkan ke Jakpro ada proyek pulau O,P,Q. Misalnya reklamasi logistik berarti dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten akan masuk. Nah ini yang akan membuat logistik kita biaya lebih murah. Nah ini juga mendukung jalur tol laut dan juga kemaritiman yang diharapkan dari Pak Jokowi," jelas Ahok.

Mantan politisi Golkar dan Gerindra itu sudah melihat tawaran yang sama dari berbagai negara. Konsep yang paling cocok dan mirip dengan kondisi Jakarta adalah Rotterdam.

"Saya kira yang cocok itu Rotterdam. Kita sudah bandingkan beberapa negara yang paling mirip itu Rotterdam. Kita juga sudah sejak tanda tangan kesepakatan 2013, kita kirim beberapa anak, September kirim tahap 3, anak-anak muda dan pintar, 3 bulan tinggal di Belanda, belajar manajemen air, kerja sama pihak ketiga, semua mereka pelajari," tutur Ahok.

Penanganan Banjir

Walikota Rotterdam Ahmed Aboutaleb mengatakan, kerja sama ini berkaitan dengan berbagai bidang, seperti tata air, pembangunan pelabuhan dan reklamasi. Bagi Aboutaleb, permasalahan ini sangat penting karena Jakarta banyak bersinggungan dengan permasalahan air.

"Jakarta akan banyak berhubungan dengan air di masa depan, tidak hanya air untuk konsumsi tetapi juga bagaimana cara untuk mengatasi air dan mengurangi banjir, dan saya rasa kami bisa menunjukkan hal tersebut di Rotterdam," jelas dia.

Bagi Aboutaleb, penanganan masalah air tidak mudah untuk diselesaikan. Rotterdam saja butuh waktu 400 tahun untuk memastikan wilayahnya bebas dari banjir. Tapi, Jakarta tidak perlu menempuh waktu yang sama untuk bisa menyelesaikan banjir karena beberapa teknologi sudah bisa langsung diterapkan.

"Ini adalah upaya yang besar dengan pemikiran jangka panjang. Jadi jika saya memberikan saran, tidak hanya untuk gubernur Jakarta tapi siapa saja, (saya akan sarankan) take your time dan gerakan seluruh warga untuk mencapai itu. Kalau warga berpikir bahwa mereka menginginkannya, maka mereka akan mendukungnya. Tidak hanya mendukung tapi juga kontribusi," lanjut dia.

Dia merasa, sistem drainase di Jakarta sangat mirip dengan Rotterdam. Sehingga Aboutaleb menilai, Ahok perlu datang untuk melihat sendiri bagaimana Rotterdam menangani dan memanfaatkan air dengan baik.

"Memang ada kesamaan dan ada sistem di jakarta yang mirip dengan belanda. Maka saya pikir akan penting untuk melanjutkan studi lapangan di masa yang akan datang," tutup Aboutaleb. (Ali/Mut)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya