Konsumsi Alkohol Saat Hamil Berisiko Janin Obesitas dan Diabetes

Wanita yang minum alkohol ketika hamil meningkatkan risiko anak yang dilahirkan obesitas dan menderita diabetes tipe 2 ketika paruh baya.

oleh Dyah Puspita Wisnuwardani diperbarui 04 Agu 2015, 15:00 WIB
Ibu Hamil

Liputan6.com, Jakarta Wanita yang minum alkohol ketika hamil meningkatkan risiko anak yang dilahirkan menjadi obesitas dan menderita diabetes tipe 2 ketika usia paruh baya, ungkap sebuah penelitian.

"Faktor risiko umum dari dua penyakit ini disebabkan oleh diet buruk dan kurangnya olah tubuh, tapi penelitian kami juga menunjukkan paparan alkohol ketika hamil memiliki risiko yang sama," jelas peneliti Karen Moritz, rekan profesor di University of Queensland di Australia.

"Walaupun sebagian wanita berhenti minum alkohol ketika mereka tahu sedang hamil, proporsi signifikan dari alkohol sudah dikonsumsi sebelum mereka menyadarinya," lanjut Karen.

Dengan bantuan tikus di laboratorium, para peneliti menemukan lima standar minuman yang dikonsumsi ketika hamil memengaruhi perkembangan janin, dilansir dari laman Medindia, Selasa (4/8/2015).

"Sebelum telur dibuahi, sebelum organ mulai berkembang, konsumsi alkohol menyebabkan perubahan pada embrio," jelas Karen.

"Apa pun yang memengaruhi perkembangan kandungan bisa berdampak lebih jauh, yang artinya anak bisa terlahir dengan meningkatnya risiko dan dan kemungkinan sakit di kemudian hari," tambahnya.

"Dengan memonitor anak tikus di laboratorium, kami menemukan meningkatnya risiko obesitas dan diabetes tipe 2 di awal usia paruh baya," tandas Karen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya