Luncurkan Awan Panas, Gunung Sinabung Berstatus Awas

Namun Armen mengatakan, arah luncuran awan panas Gunung Sinabung kali ini mengarah ke zona aman.

oleh Reza Efendi diperbarui 12 Jun 2015, 16:09 WIB
Warga menyaksikan gumpalan asap yang membumbung tinggi ke langit saat Gunung Sinabung memuntahkan uapnya. (AFP/Stringer/wwn)

Liputan6.com, Medan - Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, hingga saat ini terus terjadi. Berdasarkan pengamatan Petugas Pos, gunung setinggi 2.460 meter ini meluncurkan awan panas yang mengarah ke selatan mencapai 3 kilometer.

"Luncuran awan panas Gunung Sinabung terjadi tadi siang sekitar pukul 11.00 WIB, arahnya ke selatan mencapai 3 kilometer. Sedangkan abu vulkanik nya mencapai 500 meter," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung Armen Putra, Karo, Sumatera Utara, Jumat (12/6/2015).

Armen menjelaskan, arah luncuran awan panas yang terjadi kali ini mengarah ke zona aman. Dengan kata lain sudah tidak ada warga lagi yang bermukim di wilayah selatan, arah luncuran awan panas yang terjadi hari ini.

"Arah luncuran awan panas kali ini mengarah ke selatan, wilayah itu kita sebut zona aman. Karena seluruh warga di kawasan itu sudah kita ungsikan semua," jelas dia.

Sementara status Gunung Sinabung masih berstatus Awas hingga saat ini. Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merekomendasikan kepada pemerintah setempat, agar penduduk dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Pasca-naiknya status Gunung Sinabung menjadi Awas. Ribuan warga yang berdomisili di radius 7 kilometer di selatan-tenggara telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman pada 7 Juni lalu.

Warga yang dievakuasi yakni warga di Desa Pintu Besi dan Desa Pancur, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Warga dipindahkan ke 4 lokasi penampungan sementara, yakni Kantor KNPI, Gereja Khatolik, GBKP Simpang Empat, dan Desa Simpang Empat.

Peningkatan status Gunung Sinabung dari Siaga menjadi Awas, dinyatakan sejak Selasa 2 Juni 2015 pukul 23.00 WIB. Gunung yang berdampingan dengan Gunung Sibayak itu terpantau mengalami peningkatan aktivitas yang tajam. Volume kubah lava Gunung Sinabung meningkat menjadi lebih dari 3 juta meter kubik dan dalam kondisi labil.

Kondisi itu menyebabkan Gunung Sinabung berpotensi mengeluarkan guguran kubah yang diikuti awan panas guguran ke arah selatan dan tenggara, dengan jangkauan diperkirakan sejauh 7 kilometer. (Rmn/Mut)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya