Sutiyoso Calon Kepala BIN, Komisi I DPR Bakal Gelar Uji Kelayakan

Uji kelayakan dan kepatutan terhadap Sutiyoso sebagai calon Kepala BIN dianggap Komisi I DPR sesuai UU Intelijen Negara.

oleh Taufiqurrohman diperbarui 11 Jun 2015, 19:02 WIB
Uji kelayakan dan kepatutan terhadap Sutiyoso sebagai calon Kepala BIN dianggap Komisi I DPR sesuai UU Intelijen Negara.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Jokowi telah memilih Letjen TNI Purn Sutiyoso atau Bang Yos menjadi calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), untuk menggantikan Marciano Norman yang akan memasuki masa pensiun pada Oktober mendatang.

Terkait pencalonan tersebut, a‎nggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha mengatakan, pihaknya akan menerapkan aturan baru yang sebelumnya tak dilakukan. Yakni calon kepala BIN harus menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan melalui Komisi I DPR sebagai mitra kerja, sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara.

"Fit and proper test Kepala BIN ini yang pertama. Sebelumnya, Pak Marciano tidak. Karena kita menggunakan undang-undang yang baru," ucap Tamliha di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2015).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menjelaskan, Komisi I telah menyiapkan tim klarifikasi sebelum menggelar fit and proper test. Tim klarifikasi akan melibatkan Komnas HAM dan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

"Sebelum fit and proper test kita ingin tahu apakah selama jadi prajurit, (calon Kepala BIN) pernah melakukan pelanggaran HAM. Kita ingin tahu termasuk rekam jejaknya. Apakah benar ada laporan dari masyarakat terkait peristiwa Kudatuli' (penyerangan Kantor PDI 27 Juli 1996)," kata Tamliha.

Tim klarifikasi, tidak hanya disiapkan untuk calon Kepala BIN. Namun, tim klarifikasi juga akan memeriksa rekam jejak calon Panglima TNI. "Ya itu selama jadi prajurit nanti rekam jejaknya seperti apa," tandas Syaifullah Tamliha.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan pencalonan Sutiyoso sebagai calon Kepala BIN sudah melewati sejumlah pertimbangan.

Jokowi mengatakan pertimbangan itu terutama pada dunia intelijen. Baik itu rekam jejak maupun kompetensi yang dimiliki mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI AD tersebut.

"Juga sudah melalui banyak pertimbangan dan memperhatikan, baik rekam jejak maupun kompetensi dari Pak Sutiyoso. Terutama di dunia intelijen dan militer," ujar Jokowi di kediamannya, Jalan Kutai Utara, Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu 10 Juni 2015. (Ans/Sss)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya